Polisi Grebek Daycare di Yogyakarta
Bangunan Little Aresha Daycare Cuma Ngontrak, Warga Minta Stop Aksi Vandalisme dan Perusakan
Guna mengantisipasi kerusakan yang lebih parah atau tindakan anarkis lainnya, personel keamanan telah disiagakan di sekitar Little Aresha Daycare
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Spanduk berisi peringatan terpasang di dua sisi bagian depan bangunan Little Aresha Daycare, Kota Yogyakarta.
- Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menuturkan inisiatif pemasangan spanduk datang dari warga, setelah sebelumnya terjadi aksi vandalisme oleh orang tidak dikenal.
- Guna mengantisipasi kerusakan yang lebih parah atau tindakan anarkis lainnya, personel keamanan telah disiagakan di sekitar lokasi kejadian.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah spanduk berisi peringatan terpasang di dua sisi bagian depan bangunan Little Aresha Daycare, Kota Yogyakarta.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (1/5/2026), spanduk berwarna merah mencolok tampak terpampang menutupi fasad.
Spanduk tersebut bertuliskan pesan "Rumah Ini Bukan Milik Little Aresha, mohon untuk tidak mencoret, merusak, atau masuk tanpa izin."
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menuturkan inisiatif pemasangan spanduk datang dari warga, setelah sebelumnya terjadi aksi vandalisme oleh orang tidak dikenal.
"Dari pengurus kampung setempat, mengingat bahwa rumah tersebut adalah kontrakan," ungkapnya, saat dikonfirmasi Jumat (1/5/2026).
Pemantauan dan Penjagaan
Guna mengantisipasi kerusakan yang lebih parah atau tindakan anarkis lainnya, personel keamanan telah disiagakan di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Octo, hingga kini, pasukan Satpol PP Kota Yogyakarta masih melakukan pemantauan dan penjagaan di area daycare tersebut.
"Masih (melakukan penjagaan), terkoordinasi juga dengan warga sekitar, Satpol PP, dan Satgas Linmas," ucap Kasatpol PP.
Baca juga: KAI Bandara Perkuat Konektivitas Masyarakat Wates Melalui Layanan KA Bandara YIA
Aksi Vandalisme
Diberitakan sebelumnya, bangunan Little Aresha Daycare di kawasan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, jadi sasaran vandalisme dan perusakan oleh orang tidak dikenal.
Bangunan yang jadi lokasi kasus dugaan penelantaran dan kekerasan terhadap anak itu tampak kontras dengan coretan-coretan cat semprot berwarna hitam yang memenuhi dinding hingga pintu rolling door.
Pesan-pesan yang ditinggalkan pelaku pun bernada amarah dan makian, seperti di dinding sisi kiri terlihat tulisan besar berbunyi "ANAK JADI KORBAN."
Sementara di bagian pintu rolling door, pelaku menuliskan kata-kata kasar berukuran besar, lengkap dengan kalimat "TIDAK ADA RASA KEMANUSIAAN."
Tak hanya coretan dinding, aksi teror juga menyasar teras bangunan, di mana cat hitam terlihat disiramkan sengaja ke lantai halaman mengenai area parkir sepeda motor di dalam pagar.
Imbauan Wali Kota
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri terkait kasus Little Aresha Daycare, di Sorosutan, Kemantren Umbulharjo.
| Polisi Sebut Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Bertambah |
|
|---|
| 31 Daycare di Kota Yogyakarta Terpantau Tak Berizin, Pemkot Dampingi Pemenuhan Aspek Legalitas |
|
|---|
| Buntut Kasus Little Aresha, Sri Sultan HB X Instruksikan Perketat Perizinan dan Operasional Daycare |
|
|---|
| Alasan Sejumlah Orangtua Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta Tuntut Hak Restitusi |
|
|---|
| Orangtua Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta Datangi LPSK, Minta Tiga Hak Perlindungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260105-Spanduk-peringatan-di-Little-Aresha-Daycare.jpg)