Sempat Tertahan di Taiwan, Jenazah PMI Asal Gunungkidul Akhirnya Dimakamkan di Kampung Halaman
Kepulangan jenazah Slamet dilakukan setelah melewati autopsi dan administrasi di Taiwan
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gunungkidul, Slamet Nugraha (35), akhirnya dimakamkan di kampung halamannya di Kalurahan Mulusan, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (13/7/2025) sekira pukul 08.30 WIB.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Transmigrasi Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan kepulangan jenazah ini berkat koordinasi kantor dagang ekonomi Indonesia di Taipei yang menghubungi majikan Slamet agar jenazah bisa dibawa ke Indonesia.
"Hasilnya majikan di sana setuju untuk membiayai pemulangan jenazah dari Taiwan sampai ke Indonesia (Jakarta)," terang dia, pada Minggu (13/7/2025).
Ia melanjutkan, untuk pembiayaan dari Jakarta ke Gunungkidul ditanggung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
"Jadi keluarga tidak mengeluarkan biaya sama sekali," paparnya.
Atas kejadian ini, dirinya pun mengimbau masyarakat jika ingin bekerja di luar negeri wajib menggunakan jalur resmi.
Dia berujar menggunakan jalur resmi sebagai upaya untuk keamanan.
Serta, guna menghindari adanya potensi menjadi korban trafficking saat bekerja di luar negeri.
Baca juga: Kepulangan Jenazah Pekerja Migran Indonesia Asal Gunungkidul Meninggal di Taiwan
Di sisi lain, saat mengurus lewat jalur resmi, maka pemantauan akan lebih mudah. Hal ini berbeda dengan jalur illegal, maka pengawasan akan sulit karena proses pemberangkatan tidak diketahui pasti dan datanya tidak masuk ke dalam daftar PMI.
“Gunakan jalur resmi dan prosedural. Konsultasikan ke dinas, jika ada tawaran bekerja di luar negeri, maka kami siap memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kakak ipar Slamet, Marno, menyebut jenazah diberangkatkan dari Taiwan ke Jakarta pada Sabtu (12/7/2025) kemarin.
Kemudian, jenazah langsung diberangkatkan ke rumah duka dan tiba sekira pukul 05.30 WIB.
"Dan, jenazah kami kebumikan sekitar 08.30 WIB pagi tadi," terangnya.
Dia menyebut kepulangan jenazah dilakukan setelah melewati autopsi dan administrasi di Taiwan. Dari keterangan pihak medis Taiwan, disebutkan kematian Slamet karena sakit.
Sri Sultan HB X Harap PORDA DIY 2025 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Berkelanjutan |
![]() |
---|
Gunungkidul Butuh Investor untuk Pembangunan SPBN di Pantai Sadeng |
![]() |
---|
Marak Keracunan MBG, Dinkes Gunungkidul Bereaksi, Orang Tua Khawatir: Anak Kami Jadi Taruhannya |
![]() |
---|
Atasi Masalah Narkoba, Ini Langkah Pemkab Gunungkidul dan BNNP DIY |
![]() |
---|
Mendekati Puncak Kemarau, BPBD Gunungkidul Sebut Belum Ada Permintaan Droping Air |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.