SD Negeri Taraman Sleman Cuma Dapat Tiga Siswa Baru di SPMB 2025,  Pembelajaran Tetap Jalan

Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD tahun 2025 ini, SD Negeri Taraman hanya mendapatkan tiga murid baru.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
DOK. Freepik
ILUSTRASI - SPMB 2025 

Patna mengungkapkan, meskipun kelas 1 hanya mendapat 3 siswa namun kelas atasnya ada yang mutasi sekira dua siswa.

Sehingga total jumlah siswa SD Taraman saat ini berkisar 45-47 siswa. 

Ia memastikan seluruh siswa mendapatkan pendidikan yang memadai.

Dirinya menampik kabar bahwa ada anak kelas VI SD Taraman yang masih belum bisa baca tulis hitung atau calistung.

Menurut dia, informasi tersebut tidak benar. Sejak dirinya masuk ke SD Taraman lima tahun lalu semua siswa kelas VI bisa calistung.

Ia menduga zaman dahulu ada yang seperti itu, tetapi sekarang faktanya seluruh kelas VI di sekolahnya sudah bisa membaca, menulis dan berhitung dengan baik. 

"Informasi yang itu dari mana, saya tidak tahu. Sekarang kalau yang ditanyakan kelas 6 semua sudah bisa cara tulis hitung. Yang kemarin lulus bisa cek. Semua anak yang melanjutkan ke SMP semua bisa calistung," katanya.

Tetap Jalan

Patna mengatakan, meskipun hanya mendapat tiga siswa baru di tahun ini, namun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dipastikan tetap berjalan.

Rencananya, besok guru dan tenaga kependidikan akan mulai menyiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru.

Ia pastikan kegiatan belajar mengajar tetap akan berjalan meskipun jumlah siswa barunya relatif sedikit. 

"Mudah-mudahan tidak ada kendala," ujar dia. 

Baca juga: Dua SMP Negeri di Perbatasan Sleman-Klaten Kekurangan Siswa Baru, Ini Kata Disdik

Kepala Seksi Kelembagaan SD Disdik Sleman, Sartini, membenarkan bahwa jumlah anak usia masuk SD relatif sedikit, dan banyaknya jumlah satuan pendidikan yang saling berdekatan di seputar SD Taraman membuat jumlah pendaftar sedikit.

SPMB tahun ajaran 2025/2026 SD Negeri Taraman Sinduharjo hanya mendapatkan tiga siswa baru. 

"Apalagi banyak juga orangtua lebih memilih sekolah swasta berbasis agama. Dengan alasan penguatan di agamanya," kata dia. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved