Kisruh Driver Online dan Pelanggan

ShopeeFood Angkat Bicara Soal Insiden Driver dan Pelanggan di Sleman 

ShopeeFood berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak di dalam ekosistem ShopeeFood, baik mitra pengemudi maupun pelanggan. 

Tayang:
Capture Instagram @merapi_uncover
Ratusan driver online berjaket orange menggeruduk rumah warga di wilayah Bantulan, Godean, Kabupaten Sleman, Sabtu (5/7/2025) dinihari. Massa aksi solidaritas tersebut, dipicu karena dugaan penganiayaan terhadap perempuan, pacar seorang driver online, ketika mengantar orderan kepada seorang warga berinisial T di Bantulan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak ShopeeFood angkat bicara soal insiden yang melibatkan driver dan pelanggan beberapa waktu lalu. 

Head of Business Develoment ShopeeFood Indonesia, Rizkyandi Ramadhan, mengatakan ShopeeFood sangat menyayangkan dan prihatin atas insiden yang menimpa mitra pengemudi di Yogyakarta pada 3 Juli 2025.

Termasuk kejadian yang terjadi setelahnya sebagai dampak dari peristiwa tersebut

“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sleman untuk memberikan dukungan yang diperlukan selama proses penyelidikan. Kami juga memastikan mitra pengemudi yang terdampak mendapatkan penanganan dan pendampingan yang diperlukan,” katanya melalui keterangan tertulis.

Pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak di dalam ekosistem ShopeeFood, baik mitra pengemudi maupun pelanggan. 

Baca juga: Kasus Mas-Mas Pelayaran di Godean Ternyata Melibatkan Satu Keluarga: Anak, Kakak dan Ayah

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak terprovokasi, menjaga situasi tetap kondusif, dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Terkait dengan informasi keterlambatan pengiriman pesanan hingga berjam-jam, kami telah melakukan pengecekan dan tercatat pada sistem bahwa keterlambatan waktu adalah maksimal 8 menit, dikarenakan adanya kendala pada kondisi lalu lintas,” ujarnya.

Rizkyandi menambahkan sistem akan secara otomatis memberikan estimasi waktu pesanan dapat diantarkan sesuai dengan jenis pengiriman yang dipilih oleh pelanggan di aplikasi. 

Estimasi waktu pengiriman dapat berubah tergantung pada kesiapan pihak merchant, ketersediaan mitra pengemudi, kondisi cuaca, kondisi lalu lintas, maupun kondisi lainnya.

“Jika ada perubahan, sistem secara otomatis memperbarui estimasi waktu yang ditampilkan di aplikasi,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved