Wali Kota Jogja: Meneguhkan Branding Kota Pelajar dan Pendidikan
- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta genap menapak usianya yang ke-78 tahun pada 7 Juni 2025.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Jogja --- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta genap menapak usianya yang ke-78 tahun pada 7 Juni 2025.
Akselerasi pelayanan publik pun dicanangkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan, untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan unggul.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan, branding Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pendidikan harus diteguhkan.
Sehingga, konsekuensinya, sumber daya manusia yang unggul harus bisa diciptakan di Kota Yogyakarta, melalui program-program strategis.
"Ekspektasi saya, di usia Pemkot Yogyakarta yang ke-78 tahun ini, kita harus bisa meneguhkan itu," tandasnya, Minggu (8/2/25).
Ia menyadari, tidak sebatas pada aspek pendidikan, untuk mewujudkan SDM yang berkualitas, masyarakat juga harus tergaransi kesehatannya.
Sehingga, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus didorong, agar mampu melindungi keseluruhan penduduk, tanpa terkecuali.
"Jadi, tidak ada lagi masalah warga miskin kesulitan mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah," ungkap Hasto.
Selain itu, ketika berbicara tentang pendidikan dan kesehatan yang muaranya adalah SDM unggul, tentu faktor lingkungan tidak bisa dikesampingkan.
Alhasil, lingkungan aman dan nyaman, yang terbebas dari sampah fisik, sampah visual, hingga sampah di aliran sungai, menjadi harga mati.
"Saya membuat membuat sebuah konsep, bahwa semua dinas adalah 'dinas sampah'. Semuanya harus ikut bertanggungjawab," katanya.
"Jadi semuaya difokuskan, terus dikonvergensikan ke satu hal yang menjadi masalah utama, dalam hal ini masalah sampah," urai Wali Kota.
Dengan begitu, problem berkepanjangan yang sejak lama menjadi momok bagi Kota Yogyakarta itu tidak dibebankan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata.
Hasilnya, perlahan tapi pasti, penanganan serentak yang melibatkan lintas perangkat daerah, mulai menunjukkan hasil positif.
"Misalnya, Dinas Pendidikan memastikan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, Satpol PP menyiapkan posko pengawasan, bahkan Kesbangpol ikut turun melakukan pembinaan. Itu sudah jalan, semua dinas kita libatkan," tandasnya. (aka)
| Plafonisasi BBM Kendaraan Dinas Pemkot Yogyakarta Diklaim Bisa Menghemat Anggaran Rp4 Miliar Setahun |
|
|---|
| Layanan Publik Tetap Normal Meski Ada WFH, Hasto Wardoyo Apresiasi ASN Pemkot Yogyakarta |
|
|---|
| Ogah Intervensi Panitia Seleksi Sekda Kota Yogya, Hasto Wardoyo: Kami Hanya User |
|
|---|
| Tanggapi Arahan Presiden, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Usul MBG Difokuskan ke Anak Baduta |
|
|---|
| Bursa Calon Sekda Kota Yogyakarta, Ada 8 Kandidat yang Mendaftar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemkot-Yogya-Presentasikan-Program-Percepatan-ke-Publik-Lewat-Festival-Quick-Wins.jpg)