Mengenal Cara Kerja Kalkulator Zat Besi untuk Mengetahui Defisiensinya pada Anak
Kekurangan zat besi atau defisiensi zat besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini perlu mendapat
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Maka, agar asupan zat besi bisa terpenuhi dengan optimal, orang tua dapat memberikan asupan nutrisi lengkap dan seimbang yang kaya zat besi terutama protein hewani seperti daging merah, hati ayam, telur, ikan atau dari sumber nabati (zat besi non-heme) seperti kacang-kacangan dan bayam.
“Jika dibutuhkan untuk pemenuhan zat besi selain dari makanan harian sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan dapat dilengkapi dengan susu pertumbuhan yang difortifikasi kombinasi zat besi dan Vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi,” bebernya.
Selain penerapan pola makan yang kaya zat besi, orangtua juga penting identifikasi dini faktor risiko kurang zat besi secara rutin pada anak dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mengoptimalkan pencegahan dini masalah kekurangan zat besi anak.
3. Bisa minum susu formula
Selain menghadirkan Kalkulator Zat Besi, SGM Eksplor juga merupakan satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung IronC(™), kombinasi Zat Besi dan Vitamin C yang membantu penyerapan Zat Besi hingga dua kali lipat.
Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen SGM Eksplor dalam mendukung pemenuhan Zat Besi optimal bagi anak Indonesia.
Di sisi lain, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi SGM Eksplor secara rutin sesuai anjuran pada anak usia di atas satu tahun, terbukti dapat membantu memenuhi hingga 100 persen kebutuhan Zat Besi harian berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), selain dari makanan sehari-hari.
Dalam upaya mendampingi orang tua yang membutuhkan informasi mengenai nutrisi dan kecukupan Zat Besi, SGM Eksplor juga menghadirkan layanan Nutri-Care Experts yang bekerjasama dengan profesional yang memiliki latar belakang ilmu gizi, kebidanan, dan keperawatan.
Layanan Nutri-Care Expert ini dapat diakses 24/7 via telepon ataupun media sosial.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
| Tak Perlu Lucuti Celana Kiai Ashari |
|
|---|
| Lewat Program ‘Pindar Mengajar’, AFPI Gencarkan Literasi Keuangan Digital di Yogyakarta |
|
|---|
| IPK Indonesia DIY Lakukan Pendampingan Psikologis Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta |
|
|---|
| Mimpi yang Terwujud dari Ketekunan Menabung Bertemu dengan Subsidi Dana Manfaat |
|
|---|
| Di Balik Inovasi Embarkasi Hotel Pertama dan Satu-satunya, Ada Dana Manfaat Bekerja Tanpa Terlihat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Asmirandah-dan-Chloe.jpg)