Empat Warisan Budaya Kulon Progo Terima Sertifikat WBTB dari Pemda DIY
Kepala Disbud Kulon Progo, Eka Pranyata menyampaikan empat warisan budaya tersebut kebanyakan berupa makanan atau kuliner khas.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak empat warisan budaya dari Kabupaten Kulon Progo menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Sertifikat diterima oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulon Progo.
Kepala Disbud Kulon Progo, Eka Pranyata menyampaikan empat warisan budaya tersebut kebanyakan berupa makanan atau kuliner khas.
"Tiga di antaranya merupakan makanan khas, sedangkan 1 berbentuk adat tradisi," jelas Eka pada Rabu (28/05/2025).
Warisan budaya Kulon Progo yang diakui sebagai WBTB meliputi Gula Kelapa oleh Suyono dari Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap; Kethak oleh Ngatijan dari Kaligayam, Temon; dan Jenang Lot oleh Rohmad Widadi dari Depok, Panjatan.
Sedangkan 1 lagi berupa adat tradisi bernama Upacara Nawu Sendang dari Kapanewon Nanggulan. Menurut Eka, upacara tersebut merupakan hasil karya Bupati Kulon Progo periode 2017-2022, Sutedjo.
"Sertifikat WBTB tersebut sudah kami serahkan ke empat perwakilan penerima," ungkapnya.
Disbud Kulon Progo pun menggelar Pasal Jadul untuk merayakan penghargaan tersebut di Taman Budaya Kulon Progo (TBK), Pengasih. Atraksi tersebut juga bagian dari rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah 2025.
Pasar Jadul menghadirkan kuliner khas tradisional hingga hasil kerajinan UMKM khas Kulon Progo. Kegiatannya berlangsung sejak Selasa (27/05/2025) sampai Rabu ini, dan terbuka bagi masyarakat umum alias gratis.
Pasar Jadul dalam Pekan Kebudayaan Daerah 2025 memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami dan mencintai potensi budaya daerah. Terutama untuk generasi muda agar mereka juga tahu tentang budaya lokal.
"Pasar Jadul diharapkan bisa meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat Kulon Progo," kata Eka.
Pasar Jadul di TBK dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono. Ia turut menyerahkan sertifikat WBTB ke para perwakilan penerimanya.
Menurutnya, warisan budaya tak benda menjadi cermin kekayaan nilai-nilai luhur masyarakat Kulon Progo. Ia pun mengajak seluruh warga Kulon Progo untuk melestarikan dan mewariskan nilai-nilai tersebut ke generasi berikutnya.
"Tunjukkan bahwa kita bangga menjadi bagian dari daerah yang kaya budaya, kaya tradisi, dan memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal," ujar Triyono.(alx)
| SPMB 2026 Online Penuh, SMPN 1 Wates Kulon Progo Tetap Siagakan Petugas Pelayanan di Sekolah |
|
|---|
| Baru Pertama Kali, Lurah Ngentakrejo Kulon Progo Ngaku Grogi Hadapi Sapi Kurban dari Presiden |
|
|---|
| Pelaksanaan SPMB 2026 di Kulon Progo Bakal Online Penuh, Kuota Jalur Domisili Wilayah Naik |
|
|---|
| Harga Plastik Mahal, Warga Ngentakrejo Lendah Pakai Sarangan Daun Kelapa untuk Bungkus Daging Kurban |
|
|---|
| Sapi Presiden Disembelih di Ngentakrejo Lendah Kulon Progo, Akan Dibagikan ke 600 KK di 4 Kalurahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Empat-Warisan-Budaya-Kulon-Progo-Terima-Sertifikat-WBTB-dari-Pemda-DIY.jpg)