DPKP DIY Sebut Ada Perubahan Perilaku Pembelian Hewan Kurban di Gunungkidul 

Selain membeli langsung ke peternak, rata-rata konsumen juga menitipkan hewan kurban yang dibeli ke peternak.

TRIBUNJOGJA.COM/Alexander Ermando
ILUSTRASI - Hewan Kurban 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut ada perbedaan mekanisme pembelian hewan kurban, khususnya Gunungkidul.

Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, mengatakan perubahan tren pembelian hewan kurban tersebut akibat masih adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks. 

“Ada perubahan perilaku pembelian kurban. Rata-rata membelinya dari lokasi setempat, tidak ke pasar (pasar hewan). Jadi langsung ke peternaknya,” katanya, Minggu (18/05/2025).

“Karena takut nanti terjadi penularan. Ada PMK dan kasus antraks itu, jadi ada perubahan pembelian hewan kurban di Gunungkidul,” sambungnya.

Selain membeli langsung ke peternak, rata-rata konsumen juga menitipkan hewan kurban yang dibeli ke peternak.

“Jadi harganya itu sudah ditawar, dan harganya itu sudah sampai hari H (Iduladha),” lanjutnya.

Baca juga: DIY Dapat Jatah 8 Sapi Presiden untuk Kurban Iduladha, Semua Kabupaten/Kota Kebagian

Untuk mencegah penularan PMK DIY menjalang Iduladha, DPKP DIY memperketat pengawasan lalu lintas ternak.

Setiap ternak yang masuk ke DIY wajib disertai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Pengawasan juga dilakukan di pos-pos ternak, untuk mengecek hewan yang keluar masuk.

Namun, pihaknya mewaspadai jalur-jalur tikus untuk lalu lintas ternak. 

“Makanya kami juga melakukan pengecekan di tempat penampungan, didisinfektan, dipastikan sudah vaksin atau belum. Itu nanti divaksin juga, supaya tidak menular di daerah sekitar. Kami cek juga pasar hewan, kami lakukan rutin,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved