BEI Sebut Ada Beberapa Perusahaan di DIY Yang Pilih Tunda IPO Tahun Ini
Dari beberapa perusahaan tersebut, memang ada yang mulai melakukan persiapan internal menuju IPO.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Sebab, jika sektor usaha perusahaan dinilai kurang tepat untuk masuk pasar pada saat itu, perusahaan cenderung menunda IPO.
Faktor eksternal seperti dinamika pasar, ketidakpastian ekonomi, atau harga komoditas yang kurang mendukung juga menjadi alasan penundaan IPO.
Perusahaan biasanya menunggu waktu yang dianggap paling optimal untuk mendapatkan valuasi terbaik dan minat investor yang tinggi.
“Jadi, penundaan IPO di tahun 2025 menurut kami umumnya disebabkan oleh kesiapan internal perusahaan, seleksi ketat dari BEI, pertimbangan momentum sektor usaha, serta dinamika dan ketidakpastian pasar,” ujarnya.
Meski begitu, pihaknya tetap optimis perusahaan di DIY bisa melantai di BEI. Terlebih jumlah investor pasar modal selalu tumbuh positif.
“Tentunya jumlah emiten juga akan mengalami pertumbuhan,” pungkasnya. (*)
| BEI Akan Buka Layanan di MPP Kulon Progo Tahun Ini |
|
|---|
| IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut, Dirut BEI Putuskan Mundur Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban |
|
|---|
| Rencana BEI Tambah Emiten DIY Kandas, Perusahaan di DIY Belum Bisa IPO Tahun Ini |
|
|---|
| Kembali Gelar CMSE 2025, BEI Tegaskan Pasar Modal Milik Rakyat |
|
|---|
| Target Pertumbuhan Investor Baru BEI Yogyakarta Tembus 73,41 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dorong-UMKM-IPO-BEI-DIY-Gandeng-Kampus-untuk-Wujudkan-Inkubator-UMKM-Naik-Kelas.jpg)