Target Pertumbuhan Investor Baru BEI Yogyakarta Tembus 73,41 Persen
Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah investor DIY bertambah 50.000 pada akhir tahun 2025.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah investor DIY bertambah 50.000 pada akhir tahun 2025.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan hingga Juli 2025 jumlah investor DIY mencapai 266.560. Dibandingkan Juni 2025, ada penambahan sebanyak 7.255 investor.
“Sampai dengan bulan Juli 2025 sudah bertumbuh sebesar 36.705 investor atau bertumbuh sebesar 73,41 persen (dari target 50.000 investor sepanjang 2025,” katanya, Minggu (14/09/2025).
Ia pun optimistis jumlah investor DIY akan tumbuh positif setiap bulannya, dan akan mencapai target BEI.
Irfan menerangkan pada Juli 2025, jumlah investor tumbuh 2,80 persen dibandingkan Juni 2025. Pada Juni 2025, jumlah investor DIY sebanyak 259.305.
Sedangkan jika dibandingkan dengan posisi Juli 2024, jumlah investor DIY tumbuh 26,45 persen.
Saat itu, jumlah investor DIY baru mencapai 210.801.
“Alhamdulillah, kami senang sekali dengan pencapaian ini. Kami optimis pasar modal di DIY akan terus bertumbuh,” terangnya.
Untuk mendorong pertumbuhan investor di DIY, pihaknya melakukan literasi dan inklusi pasar modal. Termasuk dengan menambah Galeri Investasi (GI) BEI di DIY. Saat ini sudah ada 63 GI BEI di DIY.
Ia menyebut keberadaan GI BEI sangat efektif sebagai sarana literasi, inklusi, dan penggerak awal penambahan investor ritel di daerah.
Pasalnya, GI BEI merupakan pintu masuk literasi dan inklusi keuangan di daerah, khususnya di DIY.
Menurut dia, GI BEI berfungsi sebagai pusat edukasi dan komunitas investasi, yang mendorong budaya investasi sehat di daerah.
| Investor Pasar Modal di DIY Terus Bertumbuh, Tercatat ada 312.421 Investor per Januari 2026 |
|
|---|
| BEI Akan Buka Layanan di MPP Kulon Progo Tahun Ini |
|
|---|
| BEI DIY Sebut Investor Lokal Tak Terpengaruh MSCI, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Investor Singapura dan China Mulai Jelajahi Potens Investasi Berbasis Dampak Sosial di Yogyakarta |
|
|---|
| Tak Perlu ke Jakarta, 50 Investor Bakal ‘Jemput Bola’ Cari Startup dan UMKM Potensial di Jogja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pagi-Ini-IHSG-Anjok-8-Persen-BEI-Langsung-Putuskan-Trading-Halt.jpg)