Tips Kesehatan
Menggertakkan Gigi Saat Tidur: Pennyebab, Efek, dan Cara Mengatasinya
Pernah nggak sih, kamu atau orang di sebelahmu tidur terus giginya bunyi "krek... krek..." kayak lagi ngunyah batu? Nah, itu dia yang namanya mengger
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pernah nggak sih, kamu atau orang di sebelahmu tidur terus giginya bunyi "krek... krek..." kayak lagi ngunyah batu?
Nah, itu dia yang namanya menggertakkan gigi saat tidur, atau dalam bahasa medisnya disebut bruxism.
Banyak orang nggak sadar kalau mereka ngelakuin ini, padahal kebiasaan ini bisa punya dampak yang nggak main-main buat kesehatan gigi dan tubuh secara keseluruhan.
Yuk, kita bahas lebih dalam soal si "tukang gerogoti" gigi ini, mulai dari kenapa bisa kejadian, efeknya apa aja, sampai cara buat ngatasinnya.
Kenapa Sih Gigi Bisa "Kerja Lembur" Pas Kita Tidur?
Sebenarnya, penyebab pasti kenapa orang bisa menggertakkan gigi saat tidur itu masih jadi misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan.
Tetapi, para ahli sepakat kalau ada beberapa faktor utama yang punya peran besar.
Adanya stres dan kecemasan.
Ini nih, biang keladinya yang paling sering disebut.
Saat kita lagi banyak pikiran, tegang, atau cemas, tanpa sadar otot-otot di rahang kita bisa jadi ikut tegang juga.
Nah, saat tidur, ketegangan ini bisa keluar jadi gerakan menggeret atau mengatupkan gigi dengan kuat.
Kalau susunan gigi atas dan bawah kita nggak pas alias gigitannya nggak enak, ini juga bisa memicu bruxism.
Otot rahang kayak berusaha mencari posisi yang nyaman, jadinya malah menggertakkan gigi.
Beberapa gangguan tidur seperti sleep apnea (henti napas saat tidur) atau insomnia juga sering dikaitkan sama bruxism.
Kayaknya ada hubungannya sama perubahan aktivitas otak saat tidur yang nggak normal.
Kebiasaan minum alkohol, merokok, atau minum kopi berlebihan juga bisa meningkatkan risiko bruxism.
Zat-zat dalam rokok dan alkohol bisa mempengaruhi sistem saraf, sementara kafein bisa bikin kita lebih tegang.
Beberapa jenis obat-obatan, terutama antidepresan, juga punya efek samping berupa bruxism.
Ada juga kondisi medis kayak penyakit Parkinson atau gangguan saraf lainnya juga bisa jadi pemicu.
Kadang, bruxism ini juga bisa terjadi tanpa alasan yang jelas.
Tetapi, yang pasti, kebiasaan ini bukan cuma sekadar bunyi-bunyi aneh pas tidur, tapi bisa bawa dampak buruk buat kesehatan kita.
Efek Buruk Menggertakkan Gigi: Lebih dari Sekadar Gigi Ngilu!
Kalau kebiasaan menggertakkan gigi ini terus berlanjut tanpa diobatin, siap-siap aja kena efek buruknya.
Gigi udah pasti jadi korban utama.
Gigi bisa jadi aus, retak, patah, bahkan tanggal!
Bayangin aja, tiap malam gigi kita digosok-gosok kayak amplas, lama-lama ya abis.
Otot rahang yang terus bekerja keras pas tidur bisa jadi tegang dan sakit.
Ini bisa bikin nyeri di rahang, pipi, bahkan sampai sakit kepala kayak migrain.
Sendi yang menghubungkan rahang ke tengkorak juga bisa meradang dan nyeri akibat tekanan yang berlebihan saat menggertakkan gigi.
Gejalanya bisa berupa bunyi "klik" atau "pop" saat buka tutup mulut, susah buka mulut lebar, sampai nyeri yang menjalar ke telinga.
Ketegangan otot rahang bisa menjalar ke otot leher dan kepala, alhasil bikin sakit kepala tegang yang nggak enak banget.
Nyeri dari TMJ juga bisa dirasakan sampai ke telinga, bikin kayak sakit telinga padahal nggak ada infeksi.
Meskipun bruxism juga bisa jadi gejala gangguan tidur, tapi kebiasaan ini sendiri juga bisa bikin tidur jadi nggak nyenyak karena otot rahang yang terus aktif.
Dalam kasus yang parah dan berlangsung lama, tekanan otot rahang yang terus-menerus bisa bikin otot rahang membesar, alhasil bentuk wajah bagian bawah bisa jadi lebih kotak.
Nggak cuma itu, bruxism juga bisa bikin gigi jadi lebih sensitif sama makanan atau minuman yang panas atau dingin, dan bisa juga merusak tambalan atau gigi palsu.
Pokoknya, jangan anggap remeh deh kebiasaan "gerogoti" gigi pas tidur ini.
Cara Mengatasi Menggertakkan Gigi: Balikin Senyum Sehat dan Tidur Nyenyak!
Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakuin buat mengatasi bruxism ini, tergantung sama penyebabnya.
Kalau stres dan cemas jadi biang keladinya, coba deh cari cara buat rileks sebelum tidur.
Bisa dengan mandi air hangat, dengerin musik yang tenang, baca buku, atau meditasi.
Kalau stresnya udah parah banget, jangan ragu buat konsultasi ke psikolog atau terapis.
Penggunaan Pelindung Gigi (Mouth Guard/Night Guard) juga bisa membantu.
Ini nih, solusi paling umum yang direkomendasiin dokter gigi.
Pelindung gigi ini kayak lapisan plastik atau akrilik yang dipasang di gigi atas atau bawah pas tidur.
Fungsinya buat melindungi gigi dari gesekan langsung dan mengurangi tekanan pada rahang.
Kalau bruxism disebabkan sama masalah gigitan, dokter gigi mungkin nyaranin perawatan ortodonti (behel) atau prosedur lain buat ngerapiin susunan gigi.
Dokter mungkin meresepkan obat pelemas otot (muscle relaxant) buat membantu mengurangi ketegangan otot rahang sebelum tidur.
Tetapi, biasanya obat ini cuma buat jangka pendek aja.
Kamu juga bisa coba terapi perilaku yang bertujuan buat bikin kamu sadar sama kebiasaan menggertakkan gigi dan belajar buat mengendalikannya.
Bisa dengan latihan relaksasi rahang atau teknik biofeedback.
Coba deh kurangin atau hindari konsumsi alkohol, rokok, dan minuman berkafein, terutama menjelang tidur.
Kalau rahang terasa tegang atau sakit, coba kompres hangat di area rahang buat merelaksasikan otot.
Pijat lembut otot rahang sebelum tidur juga bisa membantu mengurangi ketegangan. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
7 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan dan 3 Efek Sampingnya |
![]() |
---|
Makanan Aneh yang Ternyata Super Sehat, Kaya Nutrisi yang Terkandung di Dalamnya |
![]() |
---|
Nasi Kemarin Sore Lebih Sehat untuk Cegah Gula Darah Naik, Ini Faktanya |
![]() |
---|
Kentut Ternyata Bisa Jadi Indikator Kesehatan Usus yang Baik |
![]() |
---|
Mendengarkan Musik Bisa Mengurangi Rasa Sakit? Ini Penjelasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.