Sultan Sebut DIY Miliki Modal Kuat Birokrasi Profesional, tetapi Tantangan SDM Perlu Diwaspadai
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai Pemda DIY memiliki fondasi yang kuat untuk membangun birokrasi kuat
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai Pemda DIY memiliki fondasi yang kuat untuk membangun birokrasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera disikapi.
Menurut Sultan, sejumlah capaian strategis telah diraih Pemda DIY hingga 2024.
Antara lain, nilai reformasi birokrasi yang konsisten meraih predikat A, serta predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tingkat nasional yang diperoleh tujuh kali berturut-turut.
Selain itu, DIY juga diganjar berbagai penghargaan, seperti penerapan sistem merit terbaik dan indeks profesionalitas ASN terbaik secara nasional.
Meski demikian, Sultan mencermati bahwa komposisi demografis ASN di lingkungan Pemda DIY menjadi tantangan tersendiri.
Saat ini, sekitar 40 persen ASN masuk dalam kategori usia lanjut dan 21 persen di antaranya akan segera memasuki masa pensiun.
“Ini menjadi tantangan yang harus segera kita antisipasi. Apalagi di sisi lain, kapasitas fiskal daerah juga terbatas, sehingga peningkatan kompetensi pegawai tidak bisa dilakukan secara optimal,” ujar Sultan, Senin (28/4/2025) malam, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Daerah Triwulan I Pemda DIY di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Baca juga: 135 Kardinal Siap Pilih Paus Baru, Konklaf Dimulai 7 Mei di Kapel Sistina
Menghadapi kondisi tersebut, Sultan mendorong percepatan transformasi ASN DIY menjadi aparatur yang cakap teknologi dan memiliki semangat kewirausahaan.
Selain itu, kemampuan literasi bahasa asing, jejaring luas, serta karakter pelayanan yang ramah dan responsif juga menjadi elemen penting yang harus dikembangkan.
“Saya berharap seluruh ASN Pemda DIY segera bertransformasi menjadi smart ASN, yang mampu menjawab tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan bahwa DIY memiliki rekam jejak reformasi birokrasi yang kuat dan berkelanjutan.
Ia menilai capaian tersebut membuka peluang bagi DIY untuk menjadi pelopor birokrasi masa depan di Indonesia.
"DIY punya peluang baru, yaitu menjadi pionir birokrasi di masa depan," ujar Rini.
Menurut Rini, Pemda DIY selama ini mencatatkan rata-rata nilai reformasi birokrasi dengan predikat A.
| Pemkab Kulon Progo Tunggu Pemda DIY Soal Penerapan WFH ASN Sembari Lakukan Kajian |
|
|---|
| Pemda DIY Mitigasi Dampak Pemotongan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Langkah Serius Pemda DIY Sikapi Kekerasan Jalanan: Perkuat Pendidikan Karakter hingga Hukuman Tegas |
|
|---|
| ASN Pemda DIY Bakal WFH Tiap Hari Rabu, Ini Alasannya |
|
|---|
| Hadapi Era Polikrisis, 37 Pejabat Publik Digembleng Kepemimpinan Adaptif di DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sri-Sultan-HB-X-Sebut-DIY-Miliki-Modal-Kuat-Birokrasi-Profesional-tetapi-Ini-Tantangannya.jpg)