Rangkuman Pengetahuan Umum

Ciri-Ciri Puisi Rakyat dan Kaidah Kebahasaannya: Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya

Puisi ini sering disebut juga sebagai puisi lama karena sudah ada sejak zaman dahulu sebelum berkembangnya puisi modern atau puisi baru.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Youtube @Dinas Dikpora Kab. Magetan
ILUSTRASI : Ciri-Ciri Puisi Rakyat dan Kaidah Kebahasaannya: Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya 

Puisi rakyat menggunakan kalimat tunggal (satu gagasan utama) dan kalimat majemuk (lebih dari satu gagasan, biasanya terdiri dari induk dan anak kalimat).

2. Kalimat Perintah, Ajakan, Larangan, dan Pernyataan

Karena mengandung nasihat, puisi rakyat sering menggunakan:

Kalimat perintah (contoh: Dengarkanlah nasihat orang tua!)
Kalimat ajakan (contoh: Marilah kita jaga bumi bersama.)
Kalimat larangan (contoh: Janganlah engkau berbuat curang.)
Kalimat pernyataan (contoh: Hidup tanpa ilmu seperti malam tanpa cahaya.)

3. Menggunakan Kalimat Larangan

Kalimat larangan bertujuan mencegah seseorang melakukan sesuatu. Umumnya ditandai dengan kata-kata seperti:

Janganlah...
Hindarilah...
Tak pantas...

4. Menggunakan Kata-Kata Arkais

Kata arkais adalah kata kuno yang sudah jarang digunakan di masa sekarang, misalnya:

Adinda (adik)
Kanda (kakak)
Beta (aku)
Permai (indah)

Penggunaan kata arkais memperkuat nuansa tradisional dalam puisi rakyat.

 
Contoh Singkat Puisi Rakyat

Berikut contoh pantun yang menunjukkan ciri-ciri dan kaidah kebahasaan puisi rakyat:

Buah manggis buah rambutan,
Dimakan sambil duduk bersila.
Hormatilah kedua orangtua,
Agar hidupmu jadi bahagia.

Bersajak a-b-a-b
Mengandung nasihat (kalimat perintah)
Bahasa sederhana dan mudah diingat

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved