70 Persen Pendidikan Tinggi di Indonesia Ditopang PTS, tapi Kini Nasibnya Terancam
PTS kini menghadapi tantangan serius, mulai dari penurunan jumlah mahasiswa baru, kualitas sumber daya manusia, hingga kendala finansial.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Secara nasional, keberadaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) penting karena jumlahnya mencapai lebih dari 70 persen dari total perguruan tinggi di Indonesia.
Namun, PTS kini menghadapi tantangan serius, mulai dari penurunan jumlah mahasiswa baru, masalah akreditasi, kualitas sumber daya manusia, hingga kendala finansial.
“Kondisi ini perlu mendapat perhatian pemerintah agar PTS tetap eksis dan mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas,” tegas Prof. Dr. Muhammad Najib, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemendikti Saintek dalam seminar nasional Menyelamatkan Nasib Perguruan Tinggi Swasta yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Kafegama)
Seminar nasional itu digelar di Gedung Bonaventura, Kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Rabu (27/8/2025).
Ia menambahkan, PTN dan PTS harus tumbuh bersama dengan formulasi terbaik, mengingat PTS memegang peran dominan dalam ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.
Dia pun membandingkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia dengan sejumlah negara tetangga.
“Partisipasi pendidikan tinggi baru 32 persen. Jika dibandingkan Malaysia, Filipina, dan Thailand, angka kita masih jauh tertinggal,” jelasnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta (PTS) semakin berat.
Salah satunya adalah menurunnya minat mahasiswa baru yang berimbas pada keberlangsungan kampus swasta.
“PTNBH itu dianggap seperti kapal keruk. Ada yang menyebutnya pukat harimau karena bisa menyapu bersih potensi mahasiswa,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi PTS di DIY tidak semuanya sehat. “Ada yang bisa berlari, ada juga yang sakit. Bahkan sekitar enam hingga tujuh sudah masuk kategori ICU,” ungkapnya.
Saat ini terdapat sekitar 100 PTS di DIY, namun hanya sembilan yang berakreditasi unggul dengan 180 program studi unggul.
Karena itu, PTS harus bekerja keras tidak hanya untuk meningkatkan minat mahasiswa, tetapi juga memperkuat daya tawar dan kualitas.
LLDIKTI juga pernah melakukan survei terkait alasan mahasiswa memilih kuliah di Yogyakarta.
Hasilnya, faktor utama adalah akreditasi program studi dan kualitas dosen. Mahasiswa tidak sekadar melihat biaya kuliah atau fasilitas fisik.
| Cerita Damkar Evakuasi 12 Mahasiswi UAD Terjebak Lift: Pintu 'Ngelock', Dieksekusi Pakai Spreader |
|
|---|
| FTB UAJY Perkuat Peran Global Lewat Kolaborasi dengan Save The Soil Foundation |
|
|---|
| Abdur Rozaki Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
|
|---|
| UIN Sunan Kalijaga Raih Peringkat 37 Dunia QS World University Rankings |
|
|---|
| Unisa Yogyakarta Kantongi Izin Pembukaan Prodi S2 Fisioterapi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nasib-pts.jpg)