UIN Sunan Kalijaga Raih Peringkat 37 Dunia QS World University Rankings
Capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga dalam jajaran terbatas perguruan tinggi dunia yang mampu bersaing pada bidang keagamaan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- UIN Sunan Kalijaga meraih peringkat 37 dunia QS WUR 2026 untuk bidang Theology, Divinity and Religious Studies.
- Capaian ini memperkuat reputasi global studi keagamaan UIN dan membuka peluang kolaborasi internasional.
- Keberhasilan tersebut lahir dari penguatan riset, publikasi internasional, serta indikator reputasi akademik dan sitasi.
- Selain bidang keagamaan, UIN juga menunjukkan prospek kuat di Ilmu Hukum, Pendidikan, Ekonomi, Bisnis, dan Komunikasi.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih peringkat 37 dunia dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Theology, Divinity and Religious Studies.
Bidang keagamaan
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan mengatakan capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga dalam jajaran terbatas perguruan tinggi dunia yang mampu bersaing pada bidang keagamaan.
Posisi ini juga menempatkan UIN Sunan Kalijaga di antara sedikit perguruan tinggi di Indonesia dan Asia yang mampu menembus 50 besar dunia pada setiap bidangnya.
“Ini bukan sekadar capaian peringkat, tetapi sebuah kebanggaan bahwa studi keagamaan sebagai pilar utama UIN Sunan Kalijaga mampu menembus pengakuan dunia. Ini menunjukkan bahwa tradisi keilmuan yang kita bangun memiliki daya saing dan relevansi global, serta mampu berkontribusi dalam percakapan akademik internasional.” katanya dalam keterangan tertulis.
Buka ruang kolaborasi global
Menurut dia, capaian ini tidak hanya berdampak positif bagi reputasi, namun juga membuka ruang kolaborasi global, memperkuat kepercayaan internasional, dan memperluas kontribusi keilmuan UIN bagi masyarakat yang lebih luas.
Tentunya raihan gemilang ini tidak bisa dilepaskan dari peran seluruh civitas akademika. Di sisi lain, capaian ini juga diharapkan semakin meneguhkan langkah UIN Sunan Kalijaga untuk terus berkembang.
"Ini adalah hasil kerja bersama yang patut kita syukuri dan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Abdul Qoyum menerangkan hasil pemeringkatan tersebut merupakan buah dari penguatan ekosistem riset dan publikasi internasional yang dibangun secara berkelanjutan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Dalam konteks pemeringkatan QS, indikator seperti reputasi akademik, sitasi, dan h-index menjadi cerminan dari kinerja tersebut.
“Posisi ini menunjukkan bahwa riset yang dihasilkan UIN tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memiliki dampak dan pengakuan di tingkat global,” terangnya.
Penguatan kapasitas akademik
Selain capaian pada bidang keagamaan, UIN Sunan Kalijaga juga menunjukkan penguatan kapasitas akademik pada sejumlah disiplin ilmu lainnya.
Qoyum membidik Ilmu Hukum sebagai kandidat yang paling siap menyusul, lantaran kekuatan pada produktivitas publikasi dan dampak ilmiah yang terus meningkat.
Bidang Pendidikan juga dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, seiring dengan peningkatan kualitas publikasi dan perluasan jejaring akademik global.
| Cerita Damkar Evakuasi 12 Mahasiswi UAD Terjebak Lift: Pintu 'Ngelock', Dieksekusi Pakai Spreader |
|
|---|
| FTB UAJY Perkuat Peran Global Lewat Kolaborasi dengan Save The Soil Foundation |
|
|---|
| Abdur Rozaki Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
|
|---|
| Unisa Yogyakarta Kantongi Izin Pembukaan Prodi S2 Fisioterapi |
|
|---|
| Peringatan World Social Work Day 2026 Jadi Momentum Penegasan Peran Pekerja Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UIN-Sunan-Kalijaga-Raih-Peringkat-37-Dunia-QS-World-University-Rankings.jpg)