Peringatan World Social Work Day 2026 Jadi Momentum Penegasan Peran Pekerja Sosial

World Social Work Day menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya peran pekerja sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat

|
Istimewa
Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memperingati World Social Work Day 2026 dengan kampanye hingga talkshow. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar rangkaian peringatan World Social Work Day 2026.

Mengusung tema global “Co-Building Hope and Harmony: A Harambee Call to Unite a Divided Society,” perhelatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas peran strategis pekerja sosial dalam merajut kembali kohesi sosial di tengah masyarakat yang terfragmentasi.

Peran pekerja sosial 

Ketua Pelaksana Kegiatan, Pahmi Ahmad Habibi mengatakan peringatan World Social Work Day bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya peran pekerja sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

"Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan profesi pekerja sosial kepada masyarakat luas, khususnya di Yogyakarta, agar semakin memahami kontribusi strategis profesi tersebut dalam kehidupan sosial," katanya.

Ia menerangkan tema Harambee mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Nilai tersebut tidak hanya menjadi gagasan utama dalam kegiatan, tetapi juga diimplementasikan dalam proses penyelenggaraan acara yang dikerjakan secara kolaboratif oleh seluruh tim. 

"Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa belajar mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, serta menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan sosial," terangnya.

Perkuat kolaborasi

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Izzul Haq menambahkan peringatan World Social Work Day menjadi momentum penting bagi mahasiswa, praktisi, dan masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi dalam mengapresiasi peran pekerjaan sosial dalam membangun keadilan sosial. 

"Harapannya kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan sejahtera," ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Social Work Campaign yang dilaksanakan di tiga titik ikonik Kota Yogyakarta, yaitu Tugu, Titik Nol Kilometer, dan Alun-alun Utara.

Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran strategis profesi pekerja sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved