Rangkuman Pengetahuan Umum
Ciri-Ciri Puisi Rakyat dan Kaidah Kebahasaannya: Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya
Puisi ini sering disebut juga sebagai puisi lama karena sudah ada sejak zaman dahulu sebelum berkembangnya puisi modern atau puisi baru.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Seloka – Berisi sindiran atau kritik sosial dalam bentuk pantun berkait.
Karmina – Pantun kilat atau pantun dua baris yang bersifat sindiran.
Ciri-Ciri Puisi Rakyat
Berikut adalah ciri-ciri utama puisi rakyat yang membedakannya dari puisi modern:
1. Disampaikan Secara Lisan
Puisi rakyat berkembang sebagai bagian dari sastra lisan. Dulu, puisi ini disampaikan dari mulut ke mulut, bukan ditulis atau dicetak.
2. Terikat oleh Aturan
Ciri khas puisi rakyat adalah terikat oleh aturan tertentu, seperti:
Jumlah larik dalam setiap bait
Jumlah suku kata per baris
Pola rima atau sajak
Irama dan pengulangan bunyi
3. Anonim (Tanpa Nama Pengarang)
Sebagian besar puisi rakyat tidak diketahui siapa penulisnya karena diturunkan secara kolektif dari generasi ke generasi.
4. Mengandung Majas atau Gaya Bahasa
Puisi rakyat banyak menggunakan gaya bahasa seperti:
Metafora (perumpamaan)
Personifikasi (penghidupan benda mati)
Hiperbola (melebih-lebihkan sesuatu)
Kaidah Kebahasaan Puisi Rakyat
Selain bentuknya, puisi rakyat juga memiliki kaidah kebahasaan yang khas. Ini dia penjelasannya:
1. Kalimat Tunggal dan Majemuk
Berapa Lama Lalat Terbang dalam Sehari? Ini Penjelasan Ilmiahnya |
![]() |
---|
Mengapa Hari Anak Nasional Diperingati Setiap 23 Juli? Begini Sejarahnya |
![]() |
---|
21 Suku Terbesar di Indonesia: Asal Daerah, Ciri Khas, dan Keunikan Budaya Masing-Masing |
![]() |
---|
Penjelasan Lengkap Hewan Berdarah Panas dan Berdarah Dingin: Perbedaan, Ciri, dan Contohnya |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 2 : Pengertian, Ciri, Tujuan Teks Anekdot |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.