Jumlah Sampah di Pantai Parangtritis Bantul Meningkat, Ini Penyebabnya

Peningkatan sampah dikarenakan adanya kejadian banjir dan peningkatan kunjungan wisatawan saat momen Ramadan-Idulfitri 2025.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
KOTOR - Sejumlah sampah terdampar di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, belum lama ini. Usai momen Libur Lebaran, jumlah sampah di Parangtritis tercatat meningkat 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah sampah di Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul mengalami peningkatan dikarenakan adanya kejadian banjir dan peningkatan kunjungan wisatawan saat momen Ramadan-Idulfitri 2025.

Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan Pantai Parangtritis, Suranto, berujar kejadian banjir yang sangat besar di Kapanewon Imogiri pada Jumat (28/3/2025), menghanyutkan sampah ke sungai dan terdampar di bibir-bibir Pantai Parangtritis sampai Pantai Selatan.

"Jadi selama tiga sampai empat hari setelah kejadian itu, volume sampah di pantai kita meningkat. Itu merupakan puncaknya kiriman sampah dari kejadian banjir," katanya kepada Tribunjogja.com, Selasa (8/4/2025).

Disampaikannya, selama hari itu para petugas kebersihan bisa mengangkut sampah sekitar lima ton sampah per hari di Pantai Parangtritis.

Setelah itu, jumlah sampah mulai kembali normal. Akan tetapi, masih banyak kiriman sampah dari banjir.

Namun, kiriman sampah tersebut tidak sebanyak seperti hari-hari sebelumnya. 

"Jadi, setelah empat hari kejadian banjir dan bersamaan dengan momen libur Lebaran Idulfitri 2025, jumlah sampah sekitar 2 sampai 2,5 ton per hari. Memang peningkatan kunjungan wisatawan itu cukup berdampak terhadap jumlah sampah, tapi besarannya tidak banyak," ujar dia.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan di Bantul Selama Libur Lebaran Turun, Pemkab Mulai Genjot Promosi

Sementara itu, jumlah sampah di Pantai Parangtritis pada hari-hari biasanya sekitar 1-1,5 ton.

Maka dari itu, selama momen Idulfitri kemarin, para petugas kebersihan Pantai Parangtritis tidak ada libur.

"23 personel kita itu masuk terus. Dan kami lakukan bersih-bersih pantai sehari dua kali. Ada pagi sama sore. Kan kalau biasanya bersih-bersih pantai itu hanya pagi hari saja. Nah, selama lebaran sampai kemarin ini, pagi sampai siang bersih-bersih terus sore sampai pukul 22.00 -23.00 WIB pasti bersih-bersih lagi," ucap Suranto. 

Menurutnya, bersih-bersih pantai lebih efektif dilakukan selama dua kali yakni pagi dan sore.

Pasalnya, apabila selama momen libur Lebaran Idulfitri, bersih-bersih pantai dilakukan seperti hari biasa, maka proses bersih-bersih sampah tidak cepat rampung dan menganggu kenyamanan wisatawan Pantai Parangtritis

Lanjutnya, jenis sampah yang ada saat kondisi banjir dan tidak banjir cukup berbeda.

Untuk jenis sampah yang ada saat kondisi banjir, rata-rata merupakan sampah daun, pepohonan, rumah tangga, dan sejenisnya. 

"Kalau tidak banjir, ya hanya sampah biasa. Sampah bekas makan minum gitu. Kan biasanya wisatawan di Pantai Parangtritis itu pada jajan, nah itu sampah bekas jananan itu yang paling banyak ditemukan," tutup dia.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved