Temuan Kerangka di Bantul
Kesaksian Sejumlah Warga Terkait Kasus Pembunuhan di Sabdodadi Bantul
Kasus dugaan pembunuhan itu terjadi sekitar bulan September 2024 dan baru terungkap pada Kamis (20/3/2025) sore
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Saat tinggal di TKP, ia mengaku kerap mencium bau tidak sedap.
Saat dicari sumber bau tersebut, kata Sugiyono bersumber dari salah satu kamar kos yang tertutup, namun tidak ada barang maupun penghuni.
"Ya selama tinggal di sini itu, saya ada cium bau dari salah satu kamar kos. Baunya itu aneh. Baunya kayak anyir-anyir, apek, enggak sedep gitu lah. Ya kayak bau daging busuk gitu lah," katanya.
Ditambahkan, saat di cek di salah satu kamar kos yang tercium bau tidak sedap itu hanya terlihat kotor seperti ada dinding terkena jamur.
"Sebelum kos di sini, saya sudah survei. Ya lumayan oke. Tapi saya enggak tau, kok (tiba-tiba pas ditempati tercium) bau anyir," jelasnya.
Akan tetapi, sampai saat ini, ia tidak pernah laporan kepada pemilik kos tersebut terkait adanya bau tak sedap di salah satu kamar.
Bahkan, sejauh ini, ia belum pernah mencoba untuk menghilangkan bau tersebut, karena merasa bingung bagian mana yang harus dibersihkan agar bau tersebut hilang.
"Kamar itu sempat ditempati juga. Waktu itu ada yang nginep terus tidur di sana. Dan ya selama ini kami enggak pernah diganggu kayak hal-hal mistis gitu. Jadi tidak ada curiga," jelasnya.
Sugiyono pun terkejut ketika ada polisi dan pihak-pihak terkait yang tiba-tiba datang ke lokasi tempat kos-kosannya dan meminta izin kepadanya untuk melakukan olah TKP.
"Jadi, saya baru tahu ketika kemarin sore ada pihak kepolisian datang ke sini mau minta izin buat olah TKP. Dari situ saya baru tahu kalau di sini pernah ada kejadian pembunuhan dan jadi tahu juga penyebab bau anyir itu apa," jelasya.
Sugiyono turut menjelaskan bahwa kos itu merupakan satu rumah yang berisi empat kamar dan satu kamar mandi tersebut ia sewa seharga Rp1 juta per bulan.
Ungkap Kasus
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana, mengungkapkan, temuan kasus itu berawal dari adanya informasi hilang atau tidak adanya kabar seorang perempuan.
"Dari situ polisi melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa perempuan itu punya pacar. Akhirnya, kami mendatangi rumah pacar. Saat didatangi, pacar korban langsung memberitahu kalau telah membunuh korban di sebuah kontrakan di Sabdodadi Bantul," bebernya.
Baca juga: Fakta Baru Kasus Pembunuhan Wanita Muda oleh Kekasihnya di Sabdodadi Bantul, Ini Kata Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/TKP-Pembunuhan-di-Sabdodadi-Bantul.jpg)