Temuan Kerangka di Bantul
Kesaksian Sejumlah Warga Terkait Kasus Pembunuhan di Sabdodadi Bantul
Kasus dugaan pembunuhan itu terjadi sekitar bulan September 2024 dan baru terungkap pada Kamis (20/3/2025) sore
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Lalu, polisi mendapati informasi bahwa pelaku menyimpan kerangka manusia yang diinformasikan oleh pelaku bahwa itu adalah kerangka korban.
Dari situ, polisi langsung melakukan olah TKP dan kerangka tersebut sudah ada di rumah pelaku di Kapananewon Kretek.
"Jadi, kami olah TKP dan balik ke kontrakan di Sabdodadi. Karena sebelumnya pelaku dan ibu pelaku kontrak di sini. Setelah masa kontrak rumah itu habis, akhirnya mereka kembali ke Kretek," tuturnya.
Ditambahkan, saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Bantul dan kerangka tubuh korban berada di RS Bhayangkara.
Bahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan tes DNA kerangka korban dengan keluarga korban untuk memastikan kebenaran identitas kerangka tersebut. Sampai saat ini, hasil tes tersebut belum keluar.
Kronologi Pembunuhan
Dalam kesempatan itu, Jeffry turut menyampaikan kronologi pengungkapan kejadian pembunuhan.
Di mana, pelaku membunuh korban dengan cara mencekik setelah terlibat cek cok di TKP.
"Alasan dari pelaku. Saat itu, korban saat itu sedang memasak bakso. Terus dikarenakan ditinggal nyapu, jadi bakso itu gosong. Padahal pelaku saat itu sedang cuci piring dekat masakan bakso, sehingga pelaku seharusnya tahu kalau korban sedang memasak bakso," bebernya.
Karena gosong, akhirnya korban marah dan memukul pelaku menggunakan sapu sebanyak lima kali. Dari situ, pelaku mulai kesal dan akhirnya mencekik korban hingga tewas.
Korban bisa datang ke kontrakan pelaku karena korban dan pelaku menjalin hubungan alias pacaran.
Maka dari itu, korban kerap datang ke kontrakan pelaku.
"Setelah mencekik, jenazah korban masih di TKP. Lalu, karena kontrakan sudah habis. Akhirnya korban mengecek jenazah korban. Saat dicek, ternyata sudah tinggal tulang. Akhirnya, pelaku membawa tulang korban ke sebuah losmen di Kaliurang, Sleman," ungkapnya.
Saat berada di sebuah losmen itu, tulang korban dibersihkan oleh pelaku. Ketika sudah bersih, tulang korban dibawa pulang ke rumah pelaku di Kretek.
"Saat ini, kami juga mendalami ibu pelaku, apakah ada keterlibatan terkait kasus dugaan pembunuhan ini. Karena, pelaku ini kan sama ibunya kontrak," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/TKP-Pembunuhan-di-Sabdodadi-Bantul.jpg)