Exit Tol Tamanmartani Tol Jogja-Solo Hanya Dibuka Siang Hari
Tol Jogja-Solo hingga Exit Tol Tamanmartani akan mulai dibuka secara fungsional pada tanggal 24 Maret 2025. Jalan tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Ta
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Sebagai jalur alternatif, fungsional jalan sepanjang 6,7 kilometer ini hanya dibuka satu arah dari Klaten ke Kalasan dengan kecepatan maksimal berkendara hanya diperbolehkan 40 kilometer per jam (kpj).
Kasatlantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto mengatakan exit tol Tamanmartani, Kalasan dibuka untuk memecah kepadatan arus lalulintas di gerbang tol Prambanan yang tahun ini mulai beroperasi penuh.
Jika exit tol di wilayah Jogonalan Klaten itu sudah padat, sesuai kriteria yang ditentukan, maka fungsional exit tol Tamanmartani akan dibuka yang diberlakukan mulai H-7 lebaran. Jalur yang dibuka hanya satu arah, dari Klaten menuju Yogyakarta dan untuk kendaraan golongan 1.
"Untuk kecepatan 40 kilometer per jam. Jadi memang kalau dibilang siap, tentu sebetulnya belum, karena ini alternatif," kata Mulyanto, Rabu (19/3/2025).
Adapun waktu operasional, direncanakan hanya dibuka mulai 06.00 - 17.00 WIB atau hanya siang.
Rekayasa lalulintas akan diberlakukan di seputar fungsional exit tol Tamanmartani. Kendaraan yang keluar tol seluruhnya diarahkan ke kiri atau menuju selatan.
Bagi kendaraan yang hendak ke utara, maka diharuskan berputar arah melewati bundaran yang disediakan di seputar exit. Hal ini agar tidak terjadi kepadatan kendaraan dan diharapkan dapat memecah arus lalulintas.
Indikator Bendera
Mulyanto mengatakan, berdasarkan koordinasi lintas stakeholder termasuk dengan Polres Klaten, ada indikator yang akan diterapkan saat exit tol Tamanmartani mulai fungsional.
Indikator cara bertindak Kepolisian ini berupa bendera warna hijau, kuning dan merah.
Bendera hijau berarti jarak satu kilometer arus masih lancar.
Bendera kuning maka jarak dua kilometer sudah mulai hati-hati dan persiapan untuk melakukan penarikan rekayasa lalulintas.
Sedangkan indikator bendera merah maka sudah mulai harus dilakukan rekayasa lalulintas dengan cara menutup arus kendaraan yang hendak masuk ke tol Prambanan - Tamanmartani. Kendaraan dialirkan ke exit tol Jogonalan.
"Indikator-indikator itu yang akan terapkan, sehingga nanti di exit tol Tamanmartani tidak terjadi kecrowded-an atau kepadatan arus lalulintas yang tidak kita inginkan," kata dia.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Arip Pramana mengatakan kendaraan dari exit tol Tamanmartani diarahkan ke kiri dengan harapan agar bisa langsung masuk ke jalan Nasional yang memiliki kapasitas cukup lebar.
Harapannya, jalan LPMP atau jalan Raden Ronggo Kalasan tidak terlalu banyak terbebani limpahan kendaraan.
"Disana untungnya saja juga ada simpang empat Karangnongko. Ke kanan ke arah Sambiroto, ke kiri je Purwomartani lurus ke arah Ngemplak. Itu menjadi salah satu akses memudahkan untuk mengurai (lalulintas)," ujar Arip. (Tribunjogja.com/rif/hda)
Gerakan Mas Jos Dorong Warga Yogya Olah Sampah dari Rumah |
![]() |
---|
Mapolda DIY Dibersihkan Usai Kericuhan, Sri Sultan HB X Pastikan Situasi Kondusif |
![]() |
---|
Penerimaan Mahasiswa Baru STIPRAM Naik 5 Persen, Program S1 Kepariwisataan Jadi Favorit |
![]() |
---|
Coldiac Segarkan Kembali Lagu Legendaris ‘Dia’ Pembuka EP Loving You Like This |
![]() |
---|
Jadwal KRL Jogja Solo Besok Hari Minggu 31 Agustus 2025 dari Stasiun Tugu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.