Dinsos DIY Sebut DTSEN Akan Dimasukkan ke Rumah Data Manunggal Raharja
DTSEN akan menjadi data tunggal yang mengintegrasikan informasi kesejahteraan sosial dari kementerian dan lembaga.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah berupaya mengoptimalisasi proses penyaluran bantuan sosial melalui penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dengan demikian, DTSEN akan menjadi data tunggal yang mengintegrasikan informasi kesejahteraan sosial dari kementerian dan lembaga.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan DTSEN akan dimasukkan dalam Manunggal Raharja yang dikelola Dinsos DIY.
Manunggal Raharja merupakan akronim dari Manajemen Validasi Unggul Berbasis Digital dengan Rumah Data Sejahtera Masyarakat Jogja.
“Manunggal Raharja itu rumah data. Nantinya DTSEN kami masukkan di Manunggal Raharja,” katanya, Jumat (07/03/2025).
Ia menyebut Dinas Sosial DIY tidak terlibat langsung dalam penyemadanan data. Pasalnya pengolahan data dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Yang mengolah BPS. Kami hanya memanfaatkan data (DTSEN),” sambungnya.
Baca juga: Oleng Saat Menyalip Truk Tronton, Seorang Pelajar di Klaten Meninggal dalam Kecelakaan
Terpisah, Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati menerangkan secara prinsip DTSEN sama dengan sensus.
Yang membedakan, sensus lebih fokus mencari data terbaru, sementara DTSEN mengacu data yang sudah ada kemudian melakukan cross check di lapangan.
“Untuk posisi ini BPS memang terlibat dalam pemutakhiran. DTSEN itu data dari tiga sumber utama yang disatukan, P3KE (Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), dan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” terangnya.
“Data itu kan pengambilannya tidak berbarengan, mungkin ada yang nggak sesuai di lapangan. Misalnya dulu lansia sekarang sudah meninggal, dulu menikah sekarang sudah punya bayi,” sambungnya.
Nantinya, DTSEN akan menjadi data tunggal yang menjadi rujukan kementerian, lembaga, termasuk pemerintah daerah.
“Sehingga mengacu pada satu data,” imbuhnya. (*)
| Mogok Kerja Pertama Sejak 1998, Buruh PT Taru Martani Desak Manajemen Penuhi Tiga Tuntutan |
|
|---|
| Perluas Jangkauan, Pemkot Yogyakarta Tambah 9 Sekolah Lansia S-1 Tahun Ini |
|
|---|
| Dinsos DIY dan RSJ Grhasia Raih Predikat Kualitas Pelayanan Sangat Baik, Pemda DIY Catat Skor 86,00 |
|
|---|
| Melirik Galeri Kavach Space Yogyakarta: Tawarkan Kacamata Bernuansa Vintage |
|
|---|
| Cukur Gratis Sambut Ramadan ala Lazismu Bersama PDM Kota Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)