Perluas Jangkauan, Pemkot Yogyakarta Tambah 9 Sekolah Lansia S-1 Tahun Ini

Sembilan Sekolah Lansia S-1 bakal diluncurkan untuk memberikan ruang bagi para eyang di Kota Yogyakarta agar tetap berdaya di usia senja.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Dok. DP3AP2KB Kota Yogyakarta
SEKOLAH LANSIA - Kegiatan belajar mengajar di ruang kelas Sekolah Lansia yang digulirkan Pemkot Yogyakarta pada 2025 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Yogyakarta akan memperluas jangkauan program Sekolah Lansia di awal tahun anggaran 2026. 
  • Sembilan Sekolah Lansia Standar Satu (S-1) diluncurkan untuk memberikan ruang bagi lansia di Kota Yogyakarta agar tetap berdaya di usia senja.
  • Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tancap gas memperluas jangkauan program Sekolah Lansia di awal tahun anggaran 2026. 

Tak tanggung-tanggung, sebanyak sembilan Sekolah Lansia Standar Satu (S-1) diluncurkan untuk memberikan ruang bagi para eyang di Kota Pelajar agar tetap berdaya di usia senja.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menuturkan penambahan sembilan sekolah baru ini menjadi bagian dari target Pemkot Yogyakarta dalam merealisasikan wadah bagi lansia di setiap kelurahan.

Adapun tambahan Sekolah Lansia S-1 yang telah dikukuhkan meliputi Sekolah Lansia Anugrah 8 Kricak, Kotabaru SMART, Jasmine 23 Pringgokusuman, SETAMAN Mantrijeron, Bakti Wredho 11 Panembahan, Aji Yuswo Prawirodirjan, Abinaya Sentosa Purwokinanti, Wreda Mandiri 15 Sorosutan, dan Senja Bahagia Prenggan.

​"Jadi, ada tambahan sekolah lansia di tahun anggaran 2026 ini. Sangat luar biasa, para peserta juga sangat semangat. Bahkan, saya mendapat informasi ada peserta yang usianya lebih dari 100 tahun. Ini sesuatu yang luar biasa," katanya, Minggu (22/2/2026).

Sebagai informasi, tambahan sembilan unit tersebut jelas sangat krusial, mengingat pada 2025 lalu baru berdiri enam Sekolah Lansia di wilayah Kota Yogyakarta. 

Jaga Lansia Tetap Produktif

​Menurut Wawan, Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.

​"Dari hasil penelitian, sekolah lansia ini berdampak besar. Memberikan rasa optimis, menumbuhkan semangat, menambah pengalaman, berbagi cerita, memperluas pertemanan, dan yang paling penting membuat para lansia merasa lebih percaya diri serta merasa masih dibutuhkan," ujarnya.

Baca juga: Kisah Santri Yaketunis Yogyakarta Menjemput Cahaya Alquran Lewat Titik-titik Braille

​Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogya, Retnoningtyas, menyebut, strategi pemberdayaan melalui Sekolah Lansia terbukti membuahkan hasil.

Berdasarkan kajian Indonesia Ramah Lansia (IML), warga sepuh yang mengenyam pendidikan informal pun memiliki kualitas hidup yang jauh lebih baik.

​"Dari sampling lebih dari 600 lansia, ditemukan bahwa lansia yang mengikuti Sekolah Lansia memiliki kualitas hidup enam kali lebih baik dibandingkan yang tidak mengikuti," ungkapnya.

30 Kelurahan Belum Terjangkau

​Meski saat ini sudah ada 15 sekolah lansia yang tersebar di 15 kelurahan, ia mengakui pekerjaan rumah masih cukup panjang, karena ada sekitar 30 kelurahan yang belum terjangkau. 

Padahal, Eno mengungkapkan, antusiasme terhadap sekolah ini cukup tinggi, di mana setidaknya sudah ada ratusan lansia yang menjadi siswanya.

"Standar 1 itu lebih dasar, sifatnya ringan dan menyenangkan. Kegiatannya banyak untuk hiburan seperti bernyanyi, tepuk tangan, dan pembekalan kesehatan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved