Melirik Galeri Kavach Space Yogyakarta: Tawarkan Kacamata Bernuansa Vintage
Dara Rahma Wahida, owner galeri kacamata Kavach Space di Jalan Kaliurang Yogyakarta, untuk menghasilkan karya kacamata
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Kavach Space di Yogyakarta hadirkan kacamata vintage multibrand Vherkudara, Cooluncle, dan Sollune.Galeri ini menawarkan desain unik terinspirasi musik, film, dan budaya dengan harga Rp800 ribu–Rp1,5 juta
Tribunjogja.com Yogyakarta -- Gaya hidup bernuansa vintage mulai digemari para kalangan muda saat ini.
Mulai dari cara berpakaian, gaya rambut hingga penggunaan kacamata gaya oldies semakin marak dijumpai di Yogyakarta.
Selain mengenakan fashion berbahan katun corduroy, para kaum muda juga terlihat percaya diri dengan memakai kacamata tebal dengan lensa yang beragam.
Lahirnya Kavach Space
Hal inilah yang mendasari Dara Rahma Wahida, owner galeri kacamata Kavach Space di Jalan Kaliurang Yogyakarta, untuk menghasilkan karya kacamata dengan sentuhan karakter yang kuat.
Sejak 2016 ia sudah memulai usaha optik kacamata, namun belum menemukan ciri khas produk yang dipasarkan.
Barulah pada Sabtu (14/2/2026) ia membuka galeri multibrand yang membawa tiga brand yakni Vherkudara, Cooluncle, dan Sollune.
“Saya ingin mewujudkan kacamata itu punya soul (jiwa), dilihat dari desain frame-nya sendiri,” katanya.
Konsep Galeri
Dara menyampaikan, setiap elemen mulai dari bingkai kacamata hingga detail interior ruangan mencerminkan niat untuk menghormati tradisi sambil merangkul ekspresi kontemporer.
“Kavach Space dirancang sebagai sebuah pengalaman imersif. Terinspirasi atmosfer galeri, gerai ini mengundang pengunjung untuk melambat, mengamati, dan berinteraksi dengan kacamata lebih dari sekadar fungsinya,” ujarnya.
Creative Director Kavach, Antino Restu (Tino), mengakui ide kreatifnya muncul salah satunya dari video klip kelompok hip-hop New York, Beastie Boys.
Ia juga sering mengambil inspirasi dari aktor maupun aktris film saat mengenakan kacamata.
“Dulu saya merasa tidak percaya diri masuk ke optik karena suasananya terlalu intimidatif. Saya ingin menciptakan toko di mana pelanggan tidak merasa diintimidasi,” ungkapnya.
Belajar di ISI Yogyakarta
| Keluh Kesah Driver Ojol di Jogja soal Kenaikan BBM, Kesulitan Cari Pertalite di SPBU |
|
|---|
| Harga Pertamax Melejit, Pemkot Yogya Evaluasi Anggaran BBM dan Lirik Opsi Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Geger Pagi Buta di Jalan Timoho Jogja, Ular Sanca 4 Meter Sembunyi di Bawah Lemari Pakaian Warga |
|
|---|
| Gonjang-ganjing Kenaikan Harga Kebutuhan Masyarakat, Pemkot Yogya Siapkan Bantalan Ekonomi |
|
|---|
| Cerita Rixie, Penyandang Low Vision Hadapi Asumsi Negatif dalam Mencari Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Melirik-Galeri-Kavach-Space-Yogyakarta-Tawarkan-Kacamata-Bernuansa-Vintage.jpg)