Melirik Galeri Kavach Space Yogyakarta: Tawarkan Kacamata Bernuansa Vintage

Dara Rahma Wahida, owner galeri kacamata Kavach Space di Jalan Kaliurang Yogyakarta, untuk menghasilkan karya kacamata

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Miftahul Huda
Antino Restu direktur kreatif galeri kacamata Kavach Yogyakarta berpose dengan karyanya saat ditemui, Sabtu malam (14/2/2025) 

 

Ringkasan Berita:Kavach Space di Yogyakarta hadirkan kacamata vintage multibrand Vherkudara, Cooluncle, dan Sollune. 
 
Galeri ini menawarkan desain unik terinspirasi musik, film, dan budaya dengan harga Rp800 ribu–Rp1,5 juta

 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Gaya hidup bernuansa vintage mulai digemari para kalangan muda saat ini.

Mulai dari cara berpakaian, gaya rambut hingga penggunaan kacamata gaya oldies semakin marak dijumpai di Yogyakarta.

Selain mengenakan fashion berbahan katun corduroy, para kaum muda juga terlihat percaya diri dengan memakai kacamata tebal dengan lensa yang beragam.

Lahirnya Kavach Space

Hal inilah yang mendasari Dara Rahma Wahida, owner galeri kacamata Kavach Space di Jalan Kaliurang Yogyakarta, untuk menghasilkan karya kacamata dengan sentuhan karakter yang kuat.

Sejak 2016 ia sudah memulai usaha optik kacamata, namun belum menemukan ciri khas produk yang dipasarkan.

Barulah pada Sabtu (14/2/2026) ia membuka galeri multibrand yang membawa tiga brand yakni Vherkudara, Cooluncle, dan Sollune.

“Saya ingin mewujudkan kacamata itu punya soul (jiwa), dilihat dari desain frame-nya sendiri,” katanya.

Konsep Galeri

Dara menyampaikan, setiap elemen mulai dari bingkai kacamata hingga detail interior ruangan mencerminkan niat untuk menghormati tradisi sambil merangkul ekspresi kontemporer.

“Kavach Space dirancang sebagai sebuah pengalaman imersif. Terinspirasi atmosfer galeri, gerai ini mengundang pengunjung untuk melambat, mengamati, dan berinteraksi dengan kacamata lebih dari sekadar fungsinya,” ujarnya.

Creative Director Kavach, Antino Restu (Tino), mengakui ide kreatifnya muncul salah satunya dari video klip kelompok hip-hop New York, Beastie Boys. 

Ia juga sering mengambil inspirasi dari aktor maupun aktris film saat mengenakan kacamata.

“Dulu saya merasa tidak percaya diri masuk ke optik karena suasananya terlalu intimidatif. Saya ingin menciptakan toko di mana pelanggan tidak merasa diintimidasi,” ungkapnya.

Belajar di ISI Yogyakarta

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved