Puisi
10 Puisi Terbaik Karya Mochtar Lubis
Seperti dalam karya jurnalistik dan novelnya, puisi-puisi Mochtar Lubis sering kali mengandung kritik sosial dan politik.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
kerincing senjata dan topi besi
bisik-bisik perintah maut
setan-setan gelap dari perut bumi
lapar darah orang-orang tak berdosa
derap sepatu nafas harimau
kezaliman, keharaman, kebengisan
berkeliaran dalam kota
dentum senapan kilat pisau
jerit istri, tangis anak-anak
Yani, Parman, Pandjaitan
Soeprapto, Soetoyo, Tendean
Prajurit yang dibunuh dalam gelap malam
Dan Irma kecil, gadis manis tak tersenyum lagi
Ya, Tuhan, tak Engkau lindungi kami?
Engkau biarkan setan-setan
dan binatang liar merajalela?
Mengapa Irma kecil tak boleh tertawa lagi?
Tersenyumlah gadis kecil
dalam sorga
Tidurlah prajurit-prajurit di surga,
di sana tak ada kezaliman dan pengkhianatan
di sana kalian tidur tak terganggu
oleh kelompok hitam dalam gelap malam
membawa perintah maut
dan kezaliman yang haus darah
manusia tak berdosa
Tidurlah di sorga prajurit-prajurit bangsa
Tersenyumlah di sorga, Irma kecil.
4. Matahari-Matahari!
Engkau yang tiap hari
Menyinari bumi kami
Dan mengatur siang dan malam kami
Engkau bersinar pada saat ini
Ketika kami berkumpul mencari
Apa yang harus kami lakukan
Untuk masa kini dan masa depan
Bangsa Indonesia, anak-anak kami
anak-anak cucu kami dan cucu-cucu mereka
sinarilah hati kami dan pikiran kami..
agar menjadi terang benderang
hingga kami dapat melakukan
yang perlu kami lakukan
agar generasi sesudah kami, anak-anak dan cucu-cucu kami
dapat meneruskan langkah bangsa kami
ke masa depan yang sudah menunggu di balik pintu waktu
Ya, Allah, ampunilah dosa-dosa kami
5. Tukang Sihir Santos
Alejandro, perajin kulit, tingginya hanya setinggi bangku tuanya.
Menurut gunjingan orang, dia mengendarai
bangku itu, bagai naik kuda, melayang di langit yang digores bulan
mengadakan pertemuan di bukit bukit tak dikenal, penuh batu karang.
di sana dia menari di tempat dewa dewa lama bersembunyi.
Alejandro, perajin kulit, pernah dijuluki tukang sihir,
yang suatu hari mempergoki isterinya bertubuh besar. terpancang
pada senjata abangnya yang lebih besar
dan mengorek matanya sendiri karena sedih.
Alejandro, yang duduk di desa ibunya
punggungnya yang kurus bersandar ke tembok tanah
Matanya buta dalam terang matahari pagi ini
Telah ku lihat, dia sama sekali tak terbang.
6. Sebuah Pemberian
Ini sebuah nyanyi
tentang pemberian kesabaran
tentang membuka
perlunya melangkah sendiri
selalu, tambah dalam, ke
Ini adalah sebuah sajak
menentang terang
sebuah puji
pada kegelapan
Bawalah sebuah lilin
kamar hangat
Ini adalah sebuah nyanyi
7. Perempuan-Perempuan Tua
Perempuan perempuan tua New Mexico
menunggu, menunggu di luar gereja mereka, ditiup
angin kencang, gaun hitam mereka
dari sutera dan kain kasa, janda janda
Isa, wajah kemerut kaku
rekah bagai lumpur, mata terarah
dalam pada
lonceng mencanang
masuk
membakar lilin untuk sebuah ruh, untuk
tempat tidur yang dingin, lampu minyak berkelip
angin menguras dinding tanah liat
sebutir demi sebutir
8. Tangis
anak burung
jatuh
diterkam kucing
di basah
embun
9. Rindu
api bakar nyala
ditiup angin
cakrawala
10. Gas Air Mata
Anakku, Ade, kelas dua SMP
Ikut dengan Kappi ke Deplu
mereka diserang dengan gas air mata
tapi lalu mengamuk menghantam
Dan kemudian pulang, mata merah
tapi hati bangga, membawa
secabik kain pintu Deplu
perlihatkan pada adiknya, Ira,
nah, ini tanda mata dari Bandrio,
katanya bangga (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
| 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna |
|
|---|
| 5 Contoh Puisi Tema Tentang Indahnya Toleransi , Perbedaan Menjadi Kedamaian |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Rindu Sahabat yang Meniti Karir di Luar Negeri |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Kesendirian dan Kesepian di Tengah Hiruk Pikuk Kota |
|
|---|
| 5 CONTOH Puisi Romantis yang Dijamin Bikin Si Dia Makin Jatuh Hati Padamu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penyair-Mochtar-Lubis.jpg)