Hikmah Ramadan 1446 H

Kemuliaan Ahli Musibah

Bahwa besok di Yaumil Qiyamah, saat Mizan (alat penimbang amal) diletakkan, lalu dipersilakan kelompok umat manusia. 

Tayang:
Editor: ribut raharjo
Istimewa
Bramma Aji Putra, Humas Kanwil Kementerian Agama DIY 

Oleh: Bramma Aji Putra, Humas Kanwil Kementerian Agama DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu ulama besar Nusantara yang pernah menjadi Imam Besar Masjidil Haram, Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi dalam kitab yang disusunnya Nashoihul Ibad menukil sabda Kanjeng Nabi SAW. 

Bahwa besok di Yaumil Qiyamah, saat Mizan (alat penimbang amal) diletakkan, lalu dipersilakan kelompok umat manusia. 

Pertama, mereka para ahli sholat. Mereka adalah orang-orang yang selalu menjaga sholat fardlu, ditambah aneka sholat sunah selalu istiqomah dikerjakan. 

Mereka kemudian dipersilakan untuk menyaksikan sendiri amal sholatnya, dan mendapat ganjaran sempurna, lalu masuk surga.

Kedua, ahli puasa. Sama dengan mereka yang ahli sholat, juga melihat sendiri amal puasanya. Baik puasa wajib maupun pelbagai puasa sunah selalu dijalani semasa hidup di dunia ini. Dan mereka mendapat ganjaran sempurna, lalu masuk surga.

Yang menakjubkan, ada sekelompok orang. Ibadahnya standar. Sholat ya hanya yang wajib. Begitu juga puasa hanya saat Ramadan tiba. Tapi justru mizan tidak perlu ditimbang. Catatan amal tidak perlu diperiksa. Dan mereka mendapat kedudukan mulia dan pahala sempurna.

Siapakah mereka? Mereka adalah ahli musibah. Orang-orang yang selalu sabar menghadapi ujian hidup di dunia ini. 

Mereka tetap ridlo dan tawakal kepada Allah atas garis takdir yang telah ditetapkan.

Saking mulianya kedudukan mereka, sampai-sampai para ahlul afiyah, orang-orang yang selalu mendapatkan keselamatan hidup di dunia, mendamba kehidupan yang penuh musibah seperti mereka.

Pembaca budiman, merenungi hadits Nabi SAW di atas, maka menjadi pelipur lara hati kita saat ini. Bilamana saat ini kita merasa Tuhan selalu menguji kita, belum selesai satu ujian telah datang ujian lain, mungkin itu adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. 

Sekarang tinggal kita memaknai tiap takdir yang ada. Semuanya pantas disyukuri: Alhamdulillah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved