Menteri Abdul Mu'ti Hadiri Tarhib Ramadan di Unisa, Serukan Keadaban dan Moderasi Ibadah

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti mengajak hadirin untuk mempersiapkan mental dan iman menyambut Ramadan.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
PENGAJIAN: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Abdul Mu'ti, menghadiri Pengajian Tarhib Ramadan 1446 H dengan tema "Memperkokoh Kebajikan Publik dalam Bermasyarakat dan Berbangsa" di Masjid Walidah Dahlan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Selasa (25/2). 

TRIBUNJOGJA.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Abdul Mu'ti, menghadiri Pengajian Tarhib Ramadan 1446 H dengan tema "Memperkokoh Kebajikan Publik dalam Bermasyarakat dan Berbangsa" di Masjid Walidah Dahlan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Selasa (25/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti mengajak hadirin untuk mempersiapkan mental dan iman menyambut Ramadan.

"Mudah-mudahan kita senantiasa berusaha mengisi bulan Ramadan ini dengan amalan-amalan yang disunahkan Rasulullah, dan setelah bulan puasa kita menjadi manusia yang lebih bertakwa," ujarnya.

Dalam tausiah, Mu'ti menekankan pentingnya memperbanyak referensi ayat dalam dakwah agar materi lebih beragam dan tidak monoton. Ia juga mengingatkan agar ibadah dilakukan secara moderat, tidak terlalu panjang, tetapi tetap menjaga kekhusyukan jamaah.

"Islam mengajarkan kita untuk bersikap moderat. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan jamaah," tuturnya.

Lebih lanjut, Mu'ti membahas tema acara terkait pembangunan keadaban publik melalui pendekatan pendidikan. Ia mengaitkan Surah Al-Baqarah ayat 183 sebagai landasan penting dalam pembinaan karakter. Seruan "Ya ayyuhalladzina amanu" mengingatkan umat pada kewajiban seperti puasa, sedangkan seruan "Ya bani Adam" mengajak manusia menjaga martabat dan perilaku.

Sementara itu, Rektor Unisa, Dr. Warsiti, menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan Mu'ti. Ia menekankan perkembangan Unisa yang signifikan, dengan hampir 9.000 mahasiswa dan 22 program studi, termasuk fakultas kedokteran. Unisa telah meraih akreditasi institusi unggul dan optimis 60 persen program studi akan menyusul.

"Kami bersyukur Unisa menjadi bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah yang terus berkembang. Kehadiran dua menteri dalam dua pekan terakhir membuktikan eksistensi Unisa sebagai institusi pendidikan yang bermanfaat luas bagi masyarakat," kata Warsiti.

Acara Tarhib Ramadan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pengenalan lebih dekat Unisa kepada guru dan siswa Muhammadiyah. Warsiti berharap momentum Ramadan dapat menjadi sarana refleksi diri, memperkuat keimanan, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved