Mahasiswa Alami Gangguan Kesehatan saat Ikuti ECE, RSJ Grhasia Lakukan Penanganan Medis

Sejumlah mahasiswa peserta kegiatan ECE mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan pendidikan di lingkungan RSJ Grhasia

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Direktur RSJ Grhasia Akhmad Ahmadi. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah mahasiswa mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan Early Clinical Exposure di RSJ Grhasia Yogyakarta pada 29 Desember 2025, dengan gejala mual, muntah, diare, demam, dan pusing.
  • RSJ Grhasia memberikan penanganan medis cepat, delapan mahasiswa dirawat dan sebagian sudah dipulangkan, kondisi terus membaik, tanpa laporan kegawatan lanjutan.
  • Penyebab kejadian masih diselidiki melalui laboratorium, RSJ bekerja sama dengan instansi terkait.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah mahasiswa peserta kegiatan Early Clinical Exposure (ECE) mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan pendidikan di lingkungan RSJ Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta.

RSJ Grhasia memastikan seluruh peserta mendapat penanganan medis sesuai standar pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

Gangguan kesehatan tersebut dialami mahasiswa dari institusi pendidikan yang sedang mengikuti kegiatan ECE hasil kerja sama RSJ Grhasia dengan institusi pendidikan tinggi.

Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025. Keluhan kesehatan mulai muncul dengan waktu bervariasi pada masing-masing peserta, antara lain mual, muntah, diare, demam, pusing, dan gejala lain.

Direktur RSJ Grhasia Akhmad Ahmadkadi, menyatakan rumah sakit langsung melakukan respons cepat. 

“Sebagai bentuk tanggung jawab institusi pelayanan kesehatan, RSJ Grhasia telah memberikan pelayanan medis secara cepat, profesional, dan proporsional kepada seluruh mahasiswa yang membutuhkan, baik melalui layanan rawat jalan maupun rawat inap sesuai indikasi medis,” ujarnya.

RSJ Grhasia juga menjelaskan kronologi kegiatan. Selama pelaksanaan, konsumsi peserta disediakan berupa makanan ringan yang disuplai penyedia katering eksternal dan difasilitasi Instalasi Gizi RSJ Grhasia sebagai bagian dari fasilitas kegiatan.

Hingga saat ini, penyebab kejadian masih dalam proses penelusuran.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru per 4 Januari 2026, kondisi mahasiswa terdampak secara klinis menunjukkan perbaikan.

Baca juga: 5 Mahasiswa UNISA yang Diduga Keracunan Makanan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Delapan mahasiswa sempat menjalani perawatan, sebagian telah dipulangkan karena kondisi membaik, sementara lainnya masih dalam pemantauan medis.

Tidak terdapat laporan kondisi kegawatan lanjutan hingga saat ini.

RSJ Grhasia menegaskan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain koordinasi internal dengan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), koordinasi eksternal dengan Dinas Kesehatan dan Balai Laboratorium Kesehatan untuk pemeriksaan sampel makanan, pengamanan sisa sampel konsumsi, serta koordinasi intensif dengan institusi pendidikan asal mahasiswa.

“Penyebab kejadian masih dalam proses penelusuran dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari instansi berwenang. RSJ Grhasia tidak menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh,” kata Akhmad.

Untuk mencegah simpang siur informasi, RSJ Grhasia menetapkan seluruh informasi resmi disampaikan melalui satu pintu. 

Rumah sakit juga menyatakan komitmen meningkatkan pengawasan, evaluasi, serta koordinasi lintas pihak guna memastikan keselamatan seluruh peserta kegiatan pendidikan di lingkungan rumah sakit. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved