Kasus Dugaan Keracunan Puluhan Mahasiswa Unisa Yogya: 20 Sudah Pulang, 2 Orang Masih Dirawat

Sebanyak 20 mahasiswa yang bergejala dan sempat dirawat di sejumlah rumah sakit telah diperbolehkan pulang.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
freepik
ilustrasi diare akibat keracunan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus dugaan keracunan yang menimpa 22 mahasiswa keperawatan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, setelah mengonsumsi snack saat studi di RSJ Ghrasia mulai mereda.

Sebanyak 20 mahasiswa yang bergejala dan sempat dirawat di sejumlah rumah sakit telah diperbolehkan pulang.

Meski demikian, hingga kini masih ada dua orang lainnya yang terpaksa harus menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Unisa Yogyakarta, Dewi Rokhanawati mengatakan, ada 22 mahasiswa yang bergejala dan dirawat di sejumlah rumah sakit, diduga keracunan pasca mengonsumsi snack.

20 orang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Sedangkan 2 mahasiswa masih dirawat, dengan rincian 1 orang dirawat di RS Sakinah Idaman dan 1 di PKU Muhammadiyah Gamping. 

"Sampai tadi pagi kami pantau InsyaAllah kondisi mahasiswa kami membaik dibanding awal saat dinyatakan rawat inap," kata Dewi, Senin (5/1/2026). 

Peristiwa keracunan pangan (Kerpang) yang menimpa puluhan mahasiswa Unisa Yogyakarta ini terjadi di RS Jiwa Ghrasia, saat sedang melakukan studi.

Kronologinya bermula ketika 40 mahasiswa keperawatan Unisa mengikuti kegiatan Early Clinical Exposure (ECE) pada 29 Desember 2025 lalu.

Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran berbasis pelayanan kesehatan. Para mahasiswa datang ke RS Jiwa Ghrasia untuk melihat langsung bagaimana pelayanan diberikan. 

Saat kegiatan, para mahasiswa diberi snack sebagai bagian dari fasilitas kegiatan.

Malam harinya, setelah mengonsumsi panganan tersebut, ada beberapa mahasiswa mengeluh mual muntah, demam, diare dan pusing.

Baca juga: Mahasiswa Alami Gangguan Kesehatan saat Ikuti ECE, RSJ Grhasia Lakukan Penanganan Medis

Pada masing-masing korban, keluhan itu muncul dalam rentang waktu yang bervariasi. 

RS Jiwa Ghrasia yang mendapat laporan terkait keluhan itu, telah merespon dengan memberikan pelayanan medis secara cepat dan proporsional kepada seluruh mahasiswa yang membutuhkan, baik rawat jalan maupun rawat inap sesuai kebutuhan medis.

Kemudian juga berkoordinasi dengan Dinkes DIY dan BLKK terkait pengiriman dan pemeriksaan sampel makanan, muntahan dan feses. 

Direktur RSJ Ghrasia dr. Akhamad Akhadi mengungkapkan, snack yang diberikan kepada mahasiswa Unisa Yogyakarta yang sedang mengikuti kegiatan ECE di RSJ Ghrasia disuplai dari pihak penyedia jasa katering eksternal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved