Saatnya Refleksi, Kulon Progo Sambut Ramadan dengan Upacara Nyadran Agung Sederhana
Kepala Disbud Kulon Progo, Eka Pranyata menjelaskan Nyadran Agung merupakan tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.
Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
SEDERHANA: Seremoni Nyadran Agung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Kapanewon Wates, Rabu (19/02/2025).
"Apalagi tradisi Nyadran merupakan salah satu cara melestarikan budaya Jawa yang telah menyatu dalam masyarakatnya," ujar Siwi.
Ia menjelaskan Nyadran berasal dari kata Sadran yang artinya pengorbanan ditujukan untuk para leluhur.
Lewat Nyadran, masyarakat diajak berkumpul tanpa memandang status, suku, hingga agama yang dimiliki.
Justru Siwi melihat Nyadran sebagai sarana untuk membangun toleransi, membangun akhlak mulia, dan berkarya.
Termasuk membangun hubungan baik dengan sesama manusia, dengan lingkungan, dan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
"Lewat Nyadran Agung ini kita semua sama-sama berdoa agar masyarakat Kulon Progo semakin sejahtera," katanya.(alx)
Baca Juga
| Akan Ada 1 SPPG Khusus 3B, Dinkes Kulon Progo Minta Dilibatkan untuk MBG Kelompok Rentan |
|
|---|
| Disdikpora Kulon Progo Klaim Cakupan MBG Sudah Lebih dari 90 Persen, Dinkes: 14 SPPG Masih Urus SLHS |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Pilih Tunggu Putusan Hukum untuk Tentukan Nasib Operasional PT SAK |
|
|---|
| Buntut Tunggakan Gaji dan Pesangon Eks Pegawai PT SAK Belum Tuntas Dibayarkan |
|
|---|
| Komisioner KID DIY Nilai ASN Bisa Dilibatkan dalam Medsos Pemerintah, Asalkan Bukan 'Mobilisasi' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Saatnya-Refleksi-Kulon-Progo-Sambut-Ramadan-dengan-Upacara-Nyadran-Agung-Sederhana.jpg)