Puisi

Arti dan Makna Puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah 

Puisi ini menyiratkan cinta yang penuh ketidaksempurnaan, di mana kebahagiaan dan rasa sakit bercampur menjadi satu. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Kompas.com
Amir Hamzah 

Penulis mengungkapkan bahwa ia hanya memiliki satu cinta, dan ia adalah manusia dengan segala kerinduan dan keinginan. 

Bait ini menekankan bahwa penulis merindukan kehadiran fisik dan emosional dari orang yang dicintai.


Bait 4

Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati

Bait ini menggambarkan perasaan kehilangan dan ketidakpastian. 

Penulis tidak tahu di mana orang yang dicintai berada, dan hanya bisa mengenang kata-katanya yang masih terngiang di hati.


Bait 5

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

Bait ini mengungkapkan sisi gelap dari hubungan tersebut. 

Orang yang dicintai digambarkan sebagai sosok yang cemburu dan posesif, bahkan menyakiti penulis. 

Hubungan ini digambarkan seperti permainan "tangkap dan lepas", di mana penulis merasa tidak aman dan selalu dalam ketegangan.


Bait 6

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa darah dibalik tirai

Penulis merasa putus asa dan kehilangan arah ("nanar aku, gila sasar"). 

Namun tetap mencintai orang tersebut. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved