Puisi

Arti dan Makna Puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah 

Puisi ini menyiratkan cinta yang penuh ketidaksempurnaan, di mana kebahagiaan dan rasa sakit bercampur menjadi satu. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Kompas.com
Amir Hamzah 

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa darah dibalik tirai

Kasihku sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu—bukan giliranku
Mati hari—bukan kawanku


Arti dan Makna Puisi “Padamu Jua” 


Bait 1

Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Bait ini menggambarkan perasaan cinta yang terkikis habis. 

Namun pada akhirnya, penulis tetap kembali kepada orang yang dicintai, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. 

Ini menunjukkan adanya ketergantungan emosional yang kuat, meskipun telah merasakan sakit hati.


Bait 2

Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia, selalu

Orang yang dicintai digambarkan sebagai sumber cahaya dan harapan dalam kegelapan. 

Kata-kata "sabar, setia, selalu" menunjukkan bahwa seseorang ini selalu ada dan memberikan dukungan, meskipun dalam situasi yang sulit.


Bait 3

Satu kasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved