Seorang Perempuan di Brebes Dianiaya Suami dan Anak Selama 3 Tahun, Kini Pelaku Dilaporkan ke Polisi

Seorang suami dan anak di Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, tega menganiaya istri dan ibunya yang mengalami sakit stroke.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Grafis Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
KDRT : Ilustrasi penganiayaan seorang istri oleh suaminya sendiri 

TRIBUNJOGJA.COM, BREBES - Seorang suami dan anak di Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) tega menganiaya istri dan ibunya yang mengalami sakit stroke.

Penganiayaan itu dialami olej LS (55) selama tiga tahun terakhir.

Kini, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dilaporkan oleh salah satu anak korban ke Polres Brebes.

Kasus penganiayaan itupun masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Sementara korban LS mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

Dia saat ini masih menjalani perawatan medis di  RSI Mutiara Bunda Tanjung, Brebes.

Dikutip dari Kompas.com, kasus penganiayaan tersebut terungkap ke publik setelah salah satu anak korban bernama Arjuna (310 membuat laporan ke Polres Brebes pada Rabu (12/2/2025) lalu.

Saat melaporkan ayahnya berinisial MS dan kakak pertamanya berinisial BS, Arjuna didampingi oleh belasan orang dari organisasi masyarakat Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Brebes.

"Mau melaporkan bapak sama abang saya. KDRT sama ibu saya, dilakukan abang sama bapak saya," kata Arjuna di Mapolres Brebes, Rabu (12/2/2025) dilansir dari Kompas.com.

Menurut pengakuan Arjuna, ibunya sudah menjadi korban KDRT sejak 3 tahun terakhir.

 "Jadi kejadian itu berulang ulang terus. Sudah bisa dibilang hampir setiap hari sering dipukulin. Sudah sejak 3 tahun," ujar Arjuna.

Dalam pengaduan itu, Arjuna membawa sejumlah barang bukti di antaranya video CCTV saat kekerasan terjadi.

"Ada video CCTV, ibu saya ada luka lebam-lebam," sebut Arjuna.

Baca juga: Tanggapan KPK dan PDIP Atas Putusan Gugatan Praperadilan Hasto Kristiyanto

Arjuna belum dapat memastikan mengapa ayahnya tega berbuat kekerasan terhadap ibunya. Terlebih, perbuatan itu didukung oleh kakaknya kandungnya.

"Harapannya agar jangan sampai terjadi lagi. Karena ini menyangkut nyawa ibu saya," ucap Arjuna.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved