Imbas Efisiensi Anggaran 2025, Danais untuk Promosi Pariwisata Bantul Berkurang

Menurutnya, anggaran danais untuk promosi wisata di Bantul semula sekitar Rp999-an juta, kini menjadi Rp810-an juta.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
IMBAS EFISIENSI: Foto dok. ilustrasi wisata Bantul - Sejumlah anak-anak sedang bermain surfing di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa (28/1/2025). Dana promosi pariwisata di Bantul terkena imbas efisiensi anggaran. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat turut mempengaruhi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi, menyampaikan, imbas efisiensi tersebut adalah pemangkasan Dana Keistimewaan (Danais) untuk promosi sektor pariwisata.

Menurutnya, anggaran danais untuk promosi wisata di Bantul semula sekitar Rp999-an juta, kini menjadi Rp810-an juta.

Konsekuensinya, event wisata yang menggunakan danais di Bantul pada 2025 pun berkurang, dari enam menjadi lima event. 

"Satu kegiatan dari Danais itu butuh rapat, surat perintah perjalanan dinas untuk survei, alat tulis kantor, dan sebagainya, untuk bisa mendukung pengoptimalan pengerjaan event. Jadi jumlah eventnya berkurang," katanya kepada Tribunjogja.com, Kamis (13/2/2025).

"Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, kami optimalkan lima event itu. Misalnya, nanti di event yang masih ada seperti keroncong dan kuliner, ya nanti kami membuat sedikit sesuatu yang berbeda di banding tahun yang kemarin," urai Markus.

Salah satu event yang akan digelar di Bantul adalah festival kuliner Pantai Baru Bantul.

"Nah, sekitar Mei 2025, kami kan berencana menggelar festival kuliner yang berisi kuliner kekunoan atau tradisional. Jadi, yang ada di sana, jarang ditemukan pada masa modern ini. Rencananya, di festival itu kami akan menghadirkan kuliner khas Bantul yang masuk dalam warisan budaya tak benda. Ada klatak, mi lethek, adrem, dan sejenisnya," paparnya.

Menurutnya, event di Bumi Projotamansari berpotensi meningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Jadi, yang jelas, apapun ajuran soal efisiensi anggaran itu, pasti kami lakukan. Tapi, kami juga harus memutar otak untuk bagaimana bisa meningkatkan daya tarik wisatawan melalui anggaran yang tidak sebanyak dari rencana awal," tandas Markus.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved