BPBD Kulon Progo Kembali Usulkan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi
BPBD Kulon Progo menilai status tanggap darurat perlu diperpanjang karena potensi kerawanan bencana yang masih tinggi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
PERPANJANG STATUS - Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Budi Prastawa. BPBD Kulon Progo Kembali Usulkan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi
Apalagi sudah ada Surat Keputusan (SK) Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi sebagai dasar hukumnya.
"Tapi kami berharap semoga dampak dari siklon tropis tersebut tidak terjadi di wilayah Kulon Progo," ujar Triyono.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan musim penghujan di DIY, termasuk di Kulon Progo berpotensi terjadi sampai Maret 2025.
Setelahnya, curah hujan akan berkurang sebagai tanda mulai masuknya musim kemarau.
Adapun puncak musim hujan diperkirakan terjadi sampai Februari ini.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi terjadinya bencana.
"Masyarakat juga kami imbau untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG," kata Warjono.(*)
Berita Terkait
Baca Juga
Kondisi Cuaca Tak Menentu, BPBD Kulon Progo Lakukan Antisipasi Dini dari Dampak Bencana |
![]() |
---|
Posisi Pimpinan BPBD dan Kesbangpol Kulon Progo Segera Terisi, Tunggu Keputusan Bupati |
![]() |
---|
BPBD Kulon Progo Siapkan 100 Tangki Air Bersih, Dua Wilayah Sudah Ajukan Dropping Air |
![]() |
---|
Limasan di Turi Sleman Ambruk Diterpa Hujan Angin |
![]() |
---|
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.