BPBD Kulon Progo Kembali Usulkan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

BPBD Kulon Progo menilai status tanggap darurat perlu diperpanjang karena potensi kerawanan bencana yang masih tinggi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
PERPANJANG STATUS - Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Budi Prastawa. BPBD Kulon Progo Kembali Usulkan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo kembali mengusulkan perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi. Adapun status tersebut telah diberlakukan sejak Desember 2024 lalu.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Budi Prastawa mengatakan usulan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

"Saat ini usulan perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi tersebut masih dalam proses," kata Budi pada Rabu (05/02/2025).

Pihaknya menilai status tanggap darurat perlu diperpanjang karena potensi kerawanan bencana yang masih tinggi.

Apalagi dengan adanya prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dampak siklon tropis.

Selagi menunggu persetujuan dari Pemkab, Budi memastikan kesiapsiagaan jajarannya dalam menghadapi potensi bencana.

Terutama dari sisi tenaga hingga peralatannya.

"Kami selalu siaga dengan mengarahkan rekan-rekan Tim Reaksi Cepat (TRC) jika sewaktu-waktu terjadi bencana," ujarnya.

Budi juga meminta masyarakat Kulon Progo untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya.

Terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana agar lebih peka dengan kondisi sekitar.

Baca juga: DLH Kulon Progo Tegaskan Aktivitas Pemilahan Sampah di Galur Langgar Aturan, Teguran Resmi Disiapkan

Seperti ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan dalam waktu lama, warga yang tinggal di daerah rawan longsor diimbau untuk siap-siap mengungsi.

Warga juga diimbau untuk tidak berlindung di bawah pohon saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.

"Sebab akan sangat berbahaya jika tiba-tiba pohonnya tumbang," kata Budi.

Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono memastikan seluruh kesiapannya dalam menghadapi potensi bencana dampak dari siklon tropis. Menurut prakiraan BMKG, dampak siklon tropis berpotensi terjadi hari ini.

Anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kulon Progo pun siap digelontorkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan bencana.

Apalagi sudah ada Surat Keputusan (SK) Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi sebagai dasar hukumnya.

"Tapi kami berharap semoga dampak dari siklon tropis tersebut tidak terjadi di wilayah Kulon Progo," ujar Triyono.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan musim penghujan di DIY, termasuk di Kulon Progo berpotensi terjadi sampai Maret 2025.

Setelahnya, curah hujan akan berkurang sebagai tanda mulai masuknya musim kemarau.

Adapun puncak musim hujan diperkirakan terjadi sampai Februari ini.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi terjadinya bencana.

"Masyarakat juga kami imbau untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG," kata Warjono.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved