Kondisi Cuaca Tak Menentu, BPBD Kulon Progo Lakukan Antisipasi Dini dari Dampak Bencana

BPBD Kulon Progo berkoordinasi dengan pihak berwenang terhadap jalan-jalan tersebut untuk penanganannya.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Heri Darmawan 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Perubahan cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Heri Darmawan, mengatakan bahwa Agustus ini seharusnya menjadi puncak musim kemarau.

"Menurut info dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), harusnya ini sudah kemarau, tapi kami melihat kondisi cuacanya tak menentu," kata Heri pada Jumat (29/08/2025).

Ia menilai perubahan cuaca yang terjadi saat ini cukup ekstrem, dari yang sebelumnya cerah tiba-tiba menjadi mendung dan hujan.

Hujan bisa berlangsung cukup lama dan bahkan terkadang disertai dengan angin kencang.

Salah satu antisipasinya adalah meminimalisasi kejadian pohon tumbang. Heri mengatakan pihaknya sudah melakukan penanganan terhadap pepohonan sepanjang jalan kabupaten yang sekiranya rawan tumbang.

"Kami lakukan pemangkasan dan penebangan terhadap pohon yang lapuk agar tidak membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Baca juga: Mesin ATM di Wates Kulon Progo Nyaris Dibobol Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Langkah serupa juga dilakukan terhadap pepohonan sepanjang jalan provinsi dan jalan nasional.

BPBD Kulon Progo berkoordinasi dengan pihak berwenang terhadap jalan-jalan tersebut untuk penanganannya.

Selain antisipasi pohon tumbang, banjir genangan juga menjadi perhatian.

Biasanya, banjir genangan terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan dalam waktu yang lama, serta saluran drainase yang kurang lancar.

"Kami berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk penanganan drainase," jelas Heri.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, sebelumnya juga meminta instansi terkait untuk memperhatikan masalah drainase di kawasan perkotaan. Terutama di sekitar Alun-alun Wates alias Alwa.

Sebab belum lama ini hujan yang berlangsung cukup lama membuat jalan sekelliling dan halaman Alun-alun tergenang banjir yang cukup tinggi. Penyebabnya karena kondisi drainase yang tidak mampu menampung besarnya debit air.

"Kejadian tersebut menjadi peringatan bagi kami agar lebih siaga dalam menghadapi potensi dampak hujan," kata Agung. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved