Dinkes Kota Yogya Beberkan Bahaya Seblak dan Bakso Aci Berlebih untuk Remaja Putri, Picu Anemia

Beberapa jajanan berbahan dasar tepung yang belakangan digandrungi anak-anak muda, seperti seblak dan bakso aci, tak masuk rekomendasi.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
PEMICU ANEMIA: Foto dok. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menggelar workshop tentang anemia yang diikuti oleh pelajar putri di wilayah Kota Yogyakarta, Rabu(25/7/2018). Dinkes Kota Yogyakarta tidak merekomendasikan seblak dan baksi aci karena dinilai berbahaya dan memicu anemia remaja putri. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengingatkan pentingnya asupan gizi yang cukup untuk kalangan remaja putri.

Beberapa jajanan berbahan dasar tepung yang belakangan digandrungi anak-anak muda, seperti seblak dan bakso aci, tak masuk rekomendasi.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogya, Arumi Wulansari, mengatakan, dua jenis makanan tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Salah satunya, memicu terjadinya penyakit anemia atau kekurangan darah, lantaran kandungan gizi yang cenderung rendah.

"Karena dengan makan seblak atau bakso aci, anak-anak sudah merasa kenyang. Padahal, kandungan gizinya sangat rendah," katanya, Kamis (30/1/25).

Faktor risiko kelahiran stunting

Sementara, seperti diketahui bersama, remaja putri yang mengalami anemia, bisa jadi salah satu faktor risiko melahirkan anak stunting di kemudian hari.

Oleh sebab itu, Arumi mengungkapkan, prevalensi anemia di Kota Yogya yang menyentuh 25,67 persen pada 2024 lalu, mendapat perhatian penuh dari Pemkot Yogya.

"Kami rutin sosialisasi makanan bergizi untuk mencegah anemia di kalangan remaja, melaui Aksi Bergizi di sekolah dan berbagai platform," cetusnya.

Kepala Dinkes Kota Yogya, Emma Rahmi Aryani, berujar, perhatian terkait pencegahan anemia juga diberikan eksekutif untuk kalangan ibu hamil.

Bukan tanpa alasan, prevalensi anemia ibu hamil pada 2024 mencapai 16,92 persen, atau 407 dari 2.406 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan hemoglobin.

Perhatian yang diberikan, salah satunya dengan mendistribusikan Multi Micronutrient Supplement (MMS) bagi ibu hamil mulai Januari 2025 ini.

MMS sendiri merupakan suplemen gizi yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.

"Suplemen MMS ini dikonsumsi sati tablet per hari dan dengan air putih, untuk seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilan pertama (K1)," ungkapnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved