113.450 Dosis Vaksin PMK Akan Didistribusikan di DIY, Tahap Pertama Dimulai
Selain vaksin untuk sapi, nantinya juga akan ada bantuan vaksinasi untuk kambing dan domba dari Bank Indonesia, Bank BPD DIY, dan Baznas.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat pada awal 2025.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY telah menerima 11.000 dosis vaksin PMK tahap awal untuk segera didistribusikan ke kabupaten/kota guna memvaksin sapi perah dan sapi potong.
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari pengajuan tambahan 113.450 dosis vaksin yang akan dilakukan secara bertahap hingga September 2025.
"Kasus PMK di DIY meningkat, sehingga kami minta tambahan vaksin kepada Kementan untuk mempercepat penanganan," ujar Syam, Senin (20/1/2025).
Rencana dropping vaksin selanjutnya adalah 34.035 dosis pada Februari 2025, disusul 11.345 dosis pada Maret, Juli dan September 2025, serta 34.035 dosis lainnya pada Agustus 2025.
Total keseluruhan mencapai 113.450 dosis.
Selain vaksin untuk sapi, nantinya juga akan ada bantuan vaksinasi untuk kambing dan domba dari Bank Indonesia, Bank BPD DIY, dan Baznas.
Syam menekankan perlunya keterlibatan peternak dan pihak lain untuk mempercepat vaksinasi.
“Kami sangat membutuhkan bantuan untuk vaksinasi ternak karena populasi hewan cukup banyak. Koordinasi sudah dilakukan dengan dokter hewan dan peternak, terutama untuk mempercepat vaksinasi di bulan Januari dan Februari,” tambahnya.
Baca juga: Kementan Sebut PMK Sudah Tersebar di 2.736 Desa di Indonesia, Ini Langkah Pemerintah
Vaksinasi difokuskan di daerah-daerah yang masih hijau atau sehat, dengan prioritas pada ternak yang sehat.
Status DIY sendiri berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 708 Tahun 2024 adalah tertular, bukan wabah, sehingga langkah seperti karantina antarwilayah belum diterapkan.
Selain vaksinasi, DPKP DIY juga meningkatkan biosekuriti, pemberian vitamin, isolasi hewan sakit, serta penutupan pasar hewan saat ditemukan kasus.
Peternak diminta tidak panik jika ternaknya terkena PMK karena penyakit ini dapat diobati. Harga vaksin sendiri diperkirakan sekitar Rp30.000 per dosis dan hanya diperlukan dua kali setahun.
“Kami berharap lebih banyak CSR yang masuk untuk memperluas cakupan vaksinasi, sehingga populasi ternak yang divaksin meningkat,” pungkas Syam. (*)
DIY Raih Tiga Kategori Penghargaan di Smart Province 2024, Kolaborasi Pemerintah–Swasta Ditekankan |
![]() |
---|
Pemda DIY Perkuat Ketahanan Pangan melalui Lima Strategi Utama |
![]() |
---|
Pemangkasan Subsidi Rp6,8 Miliar, Bus Trans Jogja Berpotensi Kurangi Jalur dan Jam Operasional |
![]() |
---|
Enam Embung Baru Diusulkan untuk DIY, Ini Daftarnya |
![]() |
---|
Sri Sultan HB X Tegaskan Tak Akan Lobi Pusat Meski Danais DIY Dipangkas, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.