Pemda DIY Targetkan Angka Kemiskinan di DI Yogyakarta pada 2025 Turun Menjadi 10,16 Persen

Ia mengungkapkan ada tiga hal yang akan dilakukan Pemda DIY untuk mengentaskan kemiskinan, pertama adalah validasi data kemiskinan.

|
Dok.Istimewa
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati (tengah) dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana (kiri) memberikan penjelasan terkait inflasi di DIY, Kamis (02/01/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat tingkat kemiskinan DIY pada September 2024 sebesar 10,40 persen. Turun 0,43 poin persen dibandingkan Maret 2024, yang saat itu tingkat kemiskinan DIY mencapai 10,83 persen.

Dengan data tersebut, tercatat jumlah penduduk miskin di DIY pada September 2024 mencapai 430,47 orang. Mengalami penurunan 15,1 ribu orang dibandingkan Maret 2024.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengatakan jumlah dan persentase penduduk miskin di DIY turun dari waktu ke waktu.

Ia menyebut penurunan persentase kemiskinan DIY paling tajam se-Jawa selama 10 tahun terakhir.

“Walaupun persentase kemiskinan masih tinggi, jumlah jiwa miskin di DIY paling sedikit dibanding provinsi-provinsi lainnya,” katanya, Jumat (17/01/2025).

Garis kemiskinan DIY pada September 2024 sebesar Rp 613.370 per kapita per bulan.

Rata-rata jumlah anggota rumah tangga di rumah tangga yaitu 4,32. Sehingga garis kemiskinan rumah tangga di DIY pada September 2024 sebesar Rp 2.649.758.

“Itu adalah pengeluaran untuk makanan dan non makanan, bukan pendapatan. Jadi bila pendapatan lebih, namun ditabung, tetapi pengeluaran tidak sampai garis kemiskinan (Rp 613.370 per kapita per bulan), maka dianggap miskin. Juga tidak dihitung aset yang dimiliki, seperti rumah, sawah, ternak, kendaraan, dan lain-lain,” sambungnya.

Target

Ia mengungkapkan ada tiga hal yang akan dilakukan Pemda DIY untuk mengentaskan kemiskinan, pertama adalah validasi data kemiskinan. Kemudian pemberdayaan masyarakat, dan ketiga pengurangan beban keluarga miskin.

Berbagai program akan digulirkan lintas sektor dan lintas jenjang pemerintahan.

“Dan yang paling penting adalah memberdayakan potensi masyarakat dan keluarga,” ujarnya.

Pemda DIY menargetkan angka kemiskinan DIY tahun 2025 dapat turun menjadi 10,16 persen.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto menambahkan sepanjang 11 tahun terakhir, penurunan kemiskinan DIY lebih dalam dibandingkan penurunan secara nasional. 

Tentu diperlukan kolaborasi berbagai stakeholder agar cita-cita menurunkan angka kemiskinan DIY bisa tercapai.

“Kalau dicermati dalam RPJMD DIY, nomor satu adalah bagaimana menurunkan kemiskinan, harapannya tidak lagi double digit. Kalau bisa mendekati nasional yang 8,57 persen. Dan jangka lebih panjang lagi di bawah (angka kemiskinan) nasional,” imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved