Harga Daging Ayam di Sleman Melambung, Tertinggi Sentuh Rp42 Ribu per Kilogram

Pemerintah menyebut kenaikan harga daging ayam ini dipicu kebutuhan konsumsi masyarakat yang sedang tinggi. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com
ilustrasi daging ayam 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Harga daging ayam potong di Kabupaten Sleman terus merangkak naik. Harga tertinggi di pasar tradisional bahkan menyentuh Rp 42 ribu per kilogram.

Pemerintah menyebut kenaikan harga daging ayam ini dipicu kebutuhan konsumsi masyarakat yang sedang tinggi. 

"Bisa jadi (kenaikan harga daging ayam) ini karena demand yang naik karena untuk peringatan maulud nabi, banyak orang hajatan, dan juga untuk kebutuhan pemenuhan MBG," kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Kurnia Astuti, Selasa (16/9/2025). 

Berdasarkan pantauan di sistem harga pangan Sleman, komoditas daging ayam potong rata-rata dibanderol dengan harga Rp 38.714 per kilogram.

Harga tertinggi, berada di Pasar Godean dengan harga Rp 42.000 per kilogram. Sedangkan harga terendah di pasar tradisional Gentan Rp 33.000 per kilogram. 

Menurut Nia, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Terkait pasokan daging ayam di Kabupaten Sleman, kata dia kebutuhan disuplai dari rumah potong ayam (RPA) lokal, mulai dari skala kecil hingga besar. Jumlah RPA di Sleman cukup banyak sehingga stok dinilai relatif aman. 

"Banyak RPA di Sleman baik yang level besar maupun kecil-kecil. Jadi kebutuhannya dari lokal. Kalau yang besar seperti Saliman (PT Saliman Riyanto Raharjo) dan Januputra," kata dia. 

Kenaikan harga daging ayam ini membuat ibu rumah tangga harus mengatur ulang kebutuhan belanja. Warga di Minggir, Sleman Hayati mengaku kaget dengan harga daging ayam yang mnyentuh Rp 40 ribu per kilogram di pasar Balangan.

Padahal, Ia biasanya membeli daging ayam dengan kisaran harga Rp 33-36 ribu per kilogram. Harga yang melambung tinggi, membuat dirinya terpaksa mengurangi pembelian dan mengalihkan uangnya untuk membeli bahan protein lain. 

"Biasanya beli 1,5 kilo untuk kebutuhan 2-3 hari, harganya Rp 50an ribu. Tapi sekarang karena harganya lagi naik belinya dikit aja. Proteinnya diganti beli lele atau yang lain," kata dia.(*) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved