Ada Temuan Jentik Nyamuk Sudah Membawa Virus Dengue, Diskes Klaten Upayakan Hal Ini
Melonjaknya kasus DBD di Klaten disinyalir karena adanya mutasi atau transmisi transovarial virus dengue (virus penyebab DBD).
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
"Itu adalah inovasi dari pikiran saya. Kami coba hitung kira-kira budget kenutuhannya berapa, prioritasnya ke anak-anak usia berapa sesuai angka kesakitan, dan coba kami rencanakan. Karena vaksinasi itu bukan program pemerintah, jadi otomatis berbayar," ujarnya.
"Namun karena berbayar itu kan masyarakat belum tentu cocok karena agak mahal. Sedangkan kalau dianggarkan oleh pemerintah, belum tentu disetujui. Tetapi kami coba hitung, minimal kami nanti mengusulkan dengan justifikasi atau alasan yang benar. Siapa tahu, nanti tidak bertepuk sebelah tangan," jelasnya.
Anggit menyebut pada 2024 kasus DBD di Kabupaten Klaten tercatat ada 1.300-an dengan 31 angka kematian.
Jumlah tersebut melonjak hampir empat kali lipat dibanding 2023 dengan 340 kasus dan 14 angka kematian akibat DBD.
"Tersebar merata di 26 kecamatan. Rata-rata yang tertular adalah anak di bawah usia 12 tahun, tapi ada juga orang dewasa," tandasnya. (*)
Pengawas Dinkes Sleman Sebut Aspek Penyebab Keracunan MBG di Berbah: Makanan Tidak Segera Dimakan |
![]() |
---|
Empat Desa di Kabupaten Klaten Masuk Daftar Rawan Peredaran Narkoba |
![]() |
---|
Ratusan Siswa SLB Ikuti Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus di Candi Sojiwan Klaten |
![]() |
---|
Marak Keracunan MBG, Dinkes Gunungkidul Bereaksi, Orang Tua Khawatir: Anak Kami Jadi Taruhannya |
![]() |
---|
Sekda Klaten Langsung Ditahan Kejati Diduga Terlibat Korupsi, Bupati Konsultasi ke Gubernur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.