RSUP Dr. Sardjito Punya Layanan Pengobatan Berbasis Stem Cell, Bisa Sembuhkan Nyeri Lutut

RSUP Sardjito memiliki layanan pengobatan berbasis Stem Cell atau sel punca untuk tangani kasus kerusakan tulang dan tulang rawan pada bidang ortopedi

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Istimewa
Dokter spesialis ortopedi RSUP Dr. Sardjito, dr. Aditya Fuad Robby Triangga, Sp.OT, Subsp.PL(K) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito menghadirkan inovasi mutakhir dalam dunia medis.

Kini, RS tersebut memiliki layanan pengobatan berbasis Stem Cell atau sel punca untuk menangani kasus kerusakan tulang dan tulang rawan pada bidang ortopedi.

Inovasi ini membuka era baru bagi pasien dengan cedera kompleks, serta memberikan harapan baru untuk pemulihan yang lebih cepat dan optimal.

Dipimpin oleh dr. Aditya Fuad Robby Triangga, Sp.OT, Subsp.PL(K) bersama tim medis berbagai disiplin ilmu, tindakan berupa prosedur microfracture disertai injeksi stem cell dan scaffold dilakukan secara artroskopi pada 17 Desember 2024 lalu, di Ruang Operasi Gedung Bedah Sentral Terpadu RS Sardjito.

Tindakan tersebut menggunakan sumber sel punca dewasa atau yang disebut sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cells) dan berasal dari sumsum tulang, darah tepi, jaringan lemak (adiposa), dan darah tali pusat.

Sel punca mesenkimal memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi tulang, sendi, dan sel lemak dan merupakan sel yang paling banyak diteliti dan digunakan sebagai terapi regeneratif.

Dokter spesialis ortopedi RSUP Dr. Sardjito, dr. Aditya Fuad Robby Triangga, Sp.OT, Subsp.PL(K) atau yang akrab disapa Robby menjelaskan, metode pengobatan menggunakan sel punca mesenkimal itu sudah banyak dikerjakan pada beberapa jenis kasus.


Salah satunya pada kasus defek osteokondral atau yang sering disebut lesi osteokondral yaitu kerusakan pada tulang dan tulang rawan.

Ia mengatakan, sel punca tersebut merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai macam sel dalam tubuh, serta mampu melakukan regenerasi dan memperbarui diri.

Kemampuan tersebut, kata dia, dapat membuat sel baru yang berkembang untuk memperbaiki jaringan yang rusak di dalam tubuh.

“Selain itu, sel punca juga dapat menghasilkan sinyal komunikasi dalam sel untuk meningkatkan penyembuhan jaringan dengan cara menurunkan peradangan, menstimulasi perkembangan sel baru, serta meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru,” terang Robby.

Dia memaparkan bahwa sel punca mesenkimal merupakan sel yang paling banyak diteliti dan digunakan sebagai terapi regeneratif.

Selain kemampuan berkembang menjadi sel lain, sel punca mesenkimal dapat menghasilkan sekretom.

“Ini merupakan molekul bioaktif yang mengandung faktor pertumbuhan, sitokin, dan molekul lain yang berkaitan dengan penyembuhan jaringan. Eksosom tersebut juga diproduksi dari sel punca mesenkimal yang mampu memfasilitasi perbaikan jaringan,” jelas dia.

Baca juga: RSUP Dr Sardjito Beberkan Kondisi Korban Penyiraman Air Keras: Luka Bakar di Wajah dan Tangan

Dikatakannya, dalam bidang orthopedi, kerusakan tulang yang paling sering terjadi pada sendi lutut dan pergelangan kaki.

Beberapa penyebab kerusakan tersebut disebabkan oleh cedera traumatis akut maupun gangguan tulang yang sudah terjadi sebelumnya.

Pemberian stem cell pada defek osteokondral akan dapat menstimulasi regenerasi tulang rawan baru pada sendi lutut.

Ia mencontohkan seorang pasien perempuan berusia 52 tahun mengalami nyeri lutut akibat defek osteokondral.

Pasien mengeluhkan nyeri pada lutut kanan yang dirasakan sejak lama. Pemeriksaan penunjang dengan X-ray dan MRI menunjukkan terdapat penyempitan celah sendi disertai defek pada tulang rawan femur.

Tim medis ortopedi selanjutnya melakukan tindakan microfracture disertai pemberian injeksi stem cell bersama scaffold dilakukan secara artroskopi.

“Tujuan artroskopi untuk meningkatkan akurasi dari implementasi stem cell tersebut. Selanjutnya, dilakukan tindakan microfracture yang merupakan prosedur untuk merangsang pertumbuhan tulang rawan baru pada area yang rusak dengan cara membuat lubang-lubang kecil pada tulang di bawah tulang rawan,” ungkapnya.

Kemudian, baru dilakukan tindakan stem cell bersama dengan scaffold.

Ketika lubang-lubang sudah terbentuk dari microfracture, komponen stem cell bersama scaffold digunakan untuk menutup luka tersebut dan dipertahankan pada tempatnya dengan lem jaringan khusus atau jahitan.

Komponen ini akan menunjang kerja stem cell dan menangkap bagian darah yang mengandung faktor pertumbuhan (growth factor) yang dilepaskan selama prosedur microfracture dan bertindak sebagai wadah untuk sel-sel ini membentuk tulang rawan baru.

Stem cell yang digunakan pada kasus ini berasal dari Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell (UC-MSC) yang bekerja sama dengan perusahaan penyedia stem cells.

“Beberapa kasus di bidang ortopedi yang dapat ditangani di RSUP Dr. Sardjito antara lain osteoarthritis, defek tulang kritis, cedera medulla spinalis, gagal penyambungan pada tulang, degenerasi diskus intervertebralis, osteoporosis, defek tulang belakang, spondiloartrosis, lesi pleksus brakialis, reparasi dan rekonstruksi tendon/ligament, cedera ACL, cedera otot, dan cedera meniscus lutut,” papar dia.

Pemberian terapi stem cell di RS Sardjito, menurut dr Robby, juga melibatkan kerjasama tim antar keilmuan spesialis lainnya seperti dr. Rusdy Ghazali Malueka, Sp.N, Subsp.N.Onk(K), Ph.D untuk layanan stem cell di bidang saraf (neurologi) dan dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT, Subsp.OTB(K) untuk layanan stem cell di bidang ortopedi tulang belakang.


Dia berharap, dengan berkembangnya terapi sel punca, maka diharapkan dapat menjadi terapi alternatif khususnya dalam penanganan kasus-kasus ortopedi.

“Hal ini dapat tercapai karena kemampuan stem cell untuk melakukan regenerasi jaringan rusak,” tutupnya mengakhiri.

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan menyampaikan bahwa RSUP Dr. Sardjito akan terus melakukan transformasi di bidang kesehatan,

“Masyarakat dapat memperoleh layanan ini melalui Klinik Amarta RS Sardjito. Layanan Stem Cells ini juga menjadi salah satu bukti RS Sardjito terus mengembangkan diri dengan layanan-layanan unggul lainnya terang Banu mengakhiri,” tukas dia. (Ard)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved