Disdagin Kulon Progo Pastikan Stok Gas LPG 3 Kg Aman Selama Nataru
Disdagin Kulon Progo terus memastikan ketersediaan bahan pokok selama libur Natal dan Tahun Baru ini aman
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo terus memastikan ketersediaan bahan pokok selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini. Antisipasi lonjakan permintaan terhadap tabung LPG 3 kilogram (kg) juga disiapkan.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Disdagin Kulon Progo, Endang Zulywanti mengatakan pihaknya telah memetakan seperti apa kebutuhan tabung gas 3 kg selama libur Nataru.
"Kalau persediaannya dirasa kurang mencukupi, maka akan kami ajukan tambahan," jelas Endang pada Senin (23/12/2024).
Pengajuan tambahan kuota tabung gas 3 kg tersebut diusulkan ke Pertamina. Tambahan yang diajukan bersifat fluktuatif atau menyesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat.
Menurut Endang, kuota tabung gas 3 kg di Kulon Progo mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun ini tercatat sebanyak 19.418 tabung gas 3 kg yang disediakan, sementara di 2023 sebanyak 19.085 tabung, dan 2022 sebanyak 15.494 tabung.
"Kami pun berkoordinasi dengan Hiswana Migas hingga para agen pangkalan dalam memonitor persediaan tabung gas 3 kg," ujarnya.
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai di Sleman Mulai Merangkak Tinggi
Berdasarkan hasil koordinasi, Endang menyatakan persediaan tabung gas 3 kg di Kulon Progo masih aman. Terutama dalam memenuhi kebutuhan selama libur Nataru ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagin Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan hingga akhir November 2024, serapan tabung gas 3 kg sebanyak 17.385 tabung. Jumlah tersebut setara 89,5 persen dari kuota yang disediakan selama setahun ini.
"Kami juga telah mengusulkan kuota tambahan tabung gas 3 kg untuk libur Nataru ini," kata Iffah.
Sementara itu, Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Pasaribu menyatakan akan ikut mengawasi keamanan dari persediaan bahan pokok, BBM, hingga tabung LPG 3 kg. Sebab pihaknya mengantisipasi adanya praktik penimbunan.
Menurutnya, praktik penimbunan rentan terjadi di masa libur Nataru. Sebab permintaan terhadap bahan pokok, BBM, dan tabung gas 3 kg meningkat dan berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab untuk melakukan penimbunan.
"Kami lakukan pengawasan dari hulu ke hilir agar tidak terjadi penimbunan hingga penyelewengan," jelas Wilson. (alx)
Pengamat Ekonomi Energi UGM Sebut Kebijakan Satu Harga LPG 3 Kg Bisa Jadi Blunder |
![]() |
---|
Tak Punya Modal dan Administrasi Rumit Jadi Alasan Pengecer di Jogja Ogah Jadi Pangkalan LPG 3 Kg |
![]() |
---|
Pemda DIY Pastikan Ketersediaan Elpiji 3 Kg Aman, Pengecer Kembali Diizinkan Berjualan |
![]() |
---|
Pengecer Bisa Berjualan Elpiji 3 Kilogram Lagi, Disdag Gunungkidul Pastikan Distribusi Masih Lancar |
![]() |
---|
Pemkab Sleman Pastikan Kuota Gas LPG 3 Kg Cukup, Masyarakat Diimbau Tak Panik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.