Kasus DBD di Kota Yogya Melonjak, Warga Diimbau Konsisten Terapkan PSN dan 4M
Tren penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Yogya sepanjang 2024 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tren penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Yogya sepanjang 2024 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Oleh sebab itu, memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya meminta warga masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan.
Kasi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogya, Endang Sri Rahayu, menuturkan, hingga November 2024 terdapat 259 kasus DBD di wilayahnya.
Ia pun tidak menampik, ada kenaikan sebaran DBD dibanding tahun sebelumnya, yang diklaimnya terjadi juga di hampir seluruh daerah di Indonesia.
Sebagai informasi, data 2023 menunjukkan sebanyak 88 kasus DBD di Kota Yogya, kemudian pada 2022 ada 174 kasus dan 2021 ditemukan 92 kasus.
Adapun puncak sebaran DBD di Kota Yogya pada 2024 sampai sejauh ini, terjadi pada bulan April lalu, saat ditemukan 43 kasus sekaligus.
Baca juga: Kasus DBD di Kota Yogya Meningkat, Warga Diimbau Konsisten Terapkan PSN dan 4M
"Sejak sebelum musim hujan sudah ada peningkatan, tapi tidak signifikan, karena seluruh indonesia ada kenaikan. Kota Yogya se-DIY masih ranking lima, terendah," katanya, Selasa (10/12/24).
Endang pun menyatakan, sebagian besar pasien DBD di Kota Yogya merupakan anak-anak, namun dapat dipastikan tidak ada yang meninggal dunia.
Berdasarkan laporan melalui kewaspadaan dini rumah sakit atau KDRS, seluruh pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap dinyatakan sembuh.
"Rata-rata rawat inap 4-7 hari, tergantung kondisi pasien. Jadi, kalau tidak ada penyakit penyerta, makan dan minum normal, pasti cepat sembuh. Kemauan pasien untuk minum banyak, tidak hanya dari infus, itu kan mempercepat kesembuhan," ucapnya.
Lebih lanjut, pihaknya pun mengimbau masyarakat melakukan pencegahan DBD dengan konsisten melangsungkan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.
Kemudian, menerapkan 4M plus, yaitu menguras bak mandi dan tempat penampungan air, menutupnya agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, memantau jentik nyamuk dan mengubur barang bekas.
"Terutama menghadapi musim penghujan seperti sekarang ini ya, kami mengimbau masyarakat supaya lebih waspada terhadap DBD," tambah Endang. (aka)
39 Kasus Malaria Tercatat di Kota Yogya, Seluruhnya Berstatus Impor dari Daerah Endemis |
![]() |
---|
Tak Terapkan Status KLB, Dinkes Sebut Kota Yogyakarta Waspada Leptospirosis |
![]() |
---|
Kota Yogyakarta Waspada Leptospirosis, Dinkes Tekankan Pentingnya Pola Hidup Bersih |
![]() |
---|
Periksa Populasi Tikus Penyebab Leptospirosis, 100 Perangkap Disebar di Kota Yogyakarta |
![]() |
---|
Kasus Leptospirosis di Kota Yogyakarta Melonjak, Pehobi Memancing dan Pet Lovers Diminta Waspada |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.