Bus Listrik DIY Siap Beroperasi Penuh di Tahun 2025, Tarif Dipastikan Tetap Terjangkau
Daerah Istimewa Yogyakarta semakin memperkuat komitmennya untuk menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta semakin memperkuat komitmennya untuk menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret yang sedang diuji coba adalah pengoperasian dua unit bus listrik yang direncanakan untuk melayani masyarakat pada tahun 2025.
Uji coba yang berlangsung hingga Desember 2024 ini bertujuan untuk menjadikan bus listrik sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan yang lebih efisien dan bebas polusi.
Menariknya, tarif untuk bus listrik ini akan disesuaikan dengan tarif bus Trans Jogja yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Hal ini akan memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan transportasi ini dengan harga yang terjangkau, sekaligus mendorong mereka beralih ke moda transportasi yang lebih hijau, serta mengurangi dampak polusi udara, khususnya di kawasan Sumbu Filosofi dan sekitarnya.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY, Wulan Sapto Nugroho, menjelaskan bahwa meskipun uji coba masih berlangsung dan rute akhir masih dalam evaluasi, bus listrik ini dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Rencananya, bus listrik ini akan melayani rute-rute penting di sekitar kawasan Malioboro, yang merupakan salah satu kawasan ikonik di Yogyakarta.
Apabila uji coba berjalan lancar, bus listrik ini diharapkan mulai beroperasi penuh pada 2025, sebagai bagian dari upaya Pemda DIY untuk mengurangi emisi dan menciptakan transportasi publik yang lebih berkelanjutan.
Dukungan masyarakat akan menjadi kunci penting dalam merealisasikan cita-cita ini, dengan harapan bahwa moda transportasi berbasis listrik ini dapat diperluas ke berbagai kawasan di DIY pada masa mendatang.
Dengan hadirnya bus listrik ini, Yogyakarta tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian alam, tetapi juga memberikan solusi bagi masyarakat untuk menikmati transportasi yang lebih efisien, nyaman, dan ramah lingkungan.
Pengurangan laju emisi (Low Emission Zone) di DIY telah menjadi salah satu komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Biaya Pengadaan Bus Listrik DIY Rp7 Miliar-Rp8 Miliar untuk 2 Unit, Dukung Pengurangan Emisi
Komitmen ini sejalan dengan penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Pemda DIY telah berupaya secara bertahap mengembangkan pengadaan transportasi umum ramah lingkungan, khususnya dengan menggunakan tenaga alternatif listrik pada moda angkutan bus.
Sebagai langkah awal menuju penggunaan transportasi berbasis emisi rendah di kawasan Sumbu Filosofi, Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan DIY telah merilis dua bus listrik yang kini masih dalam tahap uji coba hingga 20 Desember 2024.
Apabila evaluasi uji coba menunjukkan hasil yang positif, kedua bus listrik ini diperkirakan akan mulai melayani masyarakat pada tahun 2025.
Trans Jogja Dikeluhkan Turunkan Penumpang Sebelum Tujuan Akhir, Dishub DIY Klarifikasi |
![]() |
---|
Inovasi AI 'LANTIP' dari Dishub DIY, Diklaim Bisa Tekan Pelanggaran Kecepatan hingga 61 Persen |
![]() |
---|
Dishub DIY Tunggu Izin Kraton, Relokasi Pedagang dan Jukir TKP Abu Bakar Ali ke Menara Kopi Tertunda |
![]() |
---|
Dishub DIY Soroti Operasional Ilegal Bajaj Maxride, Peringatkan Pengelola Hentikan Layanan |
![]() |
---|
Inilah Penampakan Bus Listrik Yogyakarta yang Tak Lagi Layani Rute Bandara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.