Baksonya Tumpah Berserakan Jadi Pembuka Jalan Rezeki Berlimpah Pak Dodo

Bahkan, ia pernah tak bisa menyetor uang kepada bosnya karena dagangannya tak laku

Tayang:
ist
Pak Dodo di penjual bakso 

“Ini untuk dibagikan ke anak-anak,” imbuhnya sambil mendoakan kebaikan bagi sang dokter.

Kisah Mia

Di sisi lain Jakarta, kisah Mia, seorang gadis kecil, tak kalah mengharukan.

Masih berseragam sekolah dasar, Mia membantu ibunya berjualan gemblong di depan sebuah minimarket. 

Sambil belajar matematika di tangga, ia berbagi cita-citanya kepada Donny.

“Aku mau jadi juara, bentar lagi ada lomba matematika,” katanya penuh semangat.

Mia mengaku pernah mengikuti lomba sebelumnya, tetapi belum berhasil menang.

“Da sedih banget belum juara padahal nyempetin waktu buat belajar,” ujar ibunda Mia. Namun, Mia tetap gigih. Ia ingin hadiahnya kelak bisa membantu ibunya.

Ketika hujan menghalangi dagangannya laku, Mia tetap tabah.

“Belum ada yang beli, Om. Soalnya hujan,” ucapnya.

Meski begitu, ia menyempatkan membeli jajanan untuk adiknya dengan hasil dagangan seadanya. “Walaupun bunda tukang kopi, aku jualan gemblong yang penting bahagia,” katanya polos.

Donny, yang tersentuh oleh perjuangan Mia, memutuskan memborong seluruh dagangannya senilai Rp 150 ribu.

Namun, ia menyerahkan uang Rp 3 juta kepada Mia dan ibunya.

“Makasih Om,” kata ibunda Mia sambil gemetar.

Kisah Dodo dan Mia adalah gambaran nyata tentang perjuangan hidup yang sering luput dari pandangan kita.

Dalam segala keterbatasan, ada semangat besar yang menyala, dibarengi dengan keajaiban kecil dari para dermawan yang peduli.

Rezeki yang datang pada mereka adalah pengingat bahwa harapan selalu ada di tengah perjuangan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved