Kasus Pelajar SMK di Semarang Tewas Ditembak Polisi, Begini Temuan Keluarga
Kasus tewasnya siswa SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah, GRO (17) akibat ditembak oleh polisi mendapatkan perhatian dari banyak pihak
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Selain itu, masyarakat juga meminta agar Komisi III DPR memberi perhatian khusus terhadap peristiwa penembakan tersebut.
"Kenapa perlu kami angkat, karena ini bisa mempengaruhi citra Polri secara keseluruhan, seolah-olah Polri tidak bisa menjaga situasi kondusif padahal kejadiannya itu di Semarang," ucapnya.
Lebih lanjut, Habiburokhman menyoroti kinerja Kapolrestabes Semarang yang perlu dievaluasi.
Pasalnya setelah peristiwa penembakan itu, Kombes Irwan Anwar tak bisa dihubungi.
"Banyak sekali masyarakat yang mengatakan Kapolresnya harus mendapatkan evaluasi khusus."
"Kami sependapat juga karena Kapolresnya ini setelah kejadian saya telepon saja enggak angkat telepon," ujarnya.
Adapun pemanggilan tersebut rencananya akan dilakukan pada Selasa (3/12/2024) pekan depan.
Desakan Kompolnas
Kasus penembakan ini dilakukan oleh Satresnarkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin (38).
Aipda Robig memuntahkan dua tembakan, satu ke arah GRO dan mengenai bagian pinggul.
Sementara satu tembakan lain diarahkan kepada dua teman korban, beruntungnya mereka masih selamat.
Kedua teman GRO yang berinisial AD (17) dan SA (16) itu mengalami luka tembak di tangan dan dada.
Adapun peristiwa ini terjadi di depan Alfamart, Jalan Candi Penataran Raya, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (24/11/2024).
Imbas peristiwa tersebut, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI meminta Polda Jateng merombak sistem penggunaan senjata api para anggotanya.
"Untuk mencegah kasus tersebut berulang perlu pengendalian penggunaan senjata api bagi anggota polisi," kata anggota Kompolnas, M. Choirul Anam, dilansir TribunJateng.com, Kamis (28/11/2024).
| Polisi di Semarang yang Tembak Mati Pelajar SMA Dituntut 15 Tahun Penjara |
|
|---|
| Keluarga Alm Gamma Minta Banding Sidang Etik Aipda Robig Dipercepat, Ini Alasannya |
|
|---|
| Korban Pemerasan Oknum Polisi di Semarang Bermuculan, Terbaru Seorang Pria Ngaku Dipalak Rp600 Ribu |
|
|---|
| KRONOLOGI Lengkap Dua Oknum Polisi di Semarang Peras Sepasang Remaja yang Berduaan di Mobil |
|
|---|
| Lawan Putusan PTDH, Aipda Robig Ajukan Banding |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kasus-Pelajar-SMK-di-Semarang-Tewas-Ditembak-Polisi-Begini-Temuan-Keluarga.jpg)