Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Bantul Bakal Punya Gedung Baru di Awal Tahun
Pembangunan gedung baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul memasuki tahap finising dan ditargetkan selesai pada akhir November
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pembangunan gedung baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul memasuki tahap finising dan ditargetkan selesai pada akhir November mendatang.
Gedung baru tersebut nantinya akan digunakan untuk menyimpan ratusan ribu buku milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, termasuk di dalamnya naskah kuno yang dimiliki oleh Pemkab Bantul.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan gedung baru itu tidak akan langsung digunakan.
Setelah proses penyerahan dari rekanan, nantinya dinas akan mulai melakukan pemindahan buku dan sarana dan prasarana pendukungnya.
"Kemungkinan akhir November 2024 ini proses pembangunan baru selesai semua. Dan kemungkinan pada Juni 2025, gedung itu baru resmi beroperasi. Karena setelah gedung itu selesai dibangun, masih ada proses perpindahan isi gedung dari yang lama ke yang baru," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, kepada awak media, Selasa (19/11/2024).
Sukrisna menyebut, proses pemindahan buku dari gedung lama ke gedung baru membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sebab, pihaknya juga akan melakukan pendataan ulang atau registrasi dari buku yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Hal itu perlu dilakukan karena banyak buku yang dipinjam oleh masyarakat namun tidak dikembalikan.
Dengan registrasi ulang ini, nantinya akan diketahui secara pasti berapa jumlah buku yang dimiliki.
"Kami punya 140 ribu buku. Nah, bisa jadi buku-buku kami ada yang hilang, karena dipinjam oleh orang dan enggak kembali, atau karena lain hal. Jadi itu semua sedang kami registrasi ulang atau istilah lainnya itu adalah stock opname," ucapnya.
Baca juga: Mampu Akselerasi Pelayanan Kependudukan, DPRD Kota Yogyakarta Dorong Disdukcapil Tambah Jumlah ADM
"Dan kami juga ada buku-buku untuk teman-teman difabel yang harus di review dan didata kembali keberadaannya. Karena, kami ini harus bisa melayani kebutuhan masyarakat, termasuk melayani kebutuhan edukasi untuk teman-teman disabilitas," lanjut Sukrisna.
Sukrisna mengungkapkan, selama proses pemindahan buku dari gedung lama ke gedung baru, layanan peminjaman buku dan operasional perpustakaan akan dibatasi untuk sementara waktu.
Sebagai antisipasinya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan memaksimalkan keberadaan perpustakaan keliling.
"Jadi, kami harapkan hal itu bisa mendukung optimalisasi layanan kepada masyarakat, walau sebenarnya layanan keliling sudah kami berikan sejak lama. Dan Sabtu-Minggu itu kadang-kadang, kami masih keliling untuk memberikan layanan kepada masyarakat," terangnya.
Pihaknya berharap, keberadaan gedung baru itu bisa mendongkrak indeks pembangunan literasi masyarakat menjadi 86-90 poin, dari nilai indeks pembangunan literasi masyarakat saat ini yang berada di angka 84 poin.
"Tapi, indeks pembangunan literasi masyarakat kita saat ini sudah masuk kategori bagus. Hanya saja, indeks itu tidak boleh berhenti, sehingga kami targetkan terus meningkat," tutup dia. (*)
| Harga Minyak Goreng Premium Naik, DKUKMPP Bantul: Imbas Harga Plastik Nasional |
|
|---|
| Tingkatkan Kompetensi ASN, Dinas Perpustakaan Sleman Optimalkan Pengelolaan Arsip Terjaga |
|
|---|
| Strategi Dinas Kebudayaan Bantul Genjot Kunjungan ke Museum |
|
|---|
| Sukseskan Pilur 2026, KPU dan Bawaslu Bantul Siap Sinergi dengan Pemkab |
|
|---|
| Dana Desa di Bantul Terjun Bebas, Kalurahan Rata-rata Hanya Kebagian Rp373 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dinas-Perpustakaan-dan-Kearsiapan-Bantul-Bakal-Punya-Gedung-Baru-di-Awal-Tahun.jpg)