Pilkada Kota Yogyakarta 2024

Paslon Hasto-Wawan Dukung Pembangunan Sumbu Filosofi untuk Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Pembangunan ekonomi dan budaya kemasyarakatan, menurutnya, dijalankan dengan komprehensif.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa
Paslon Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan saat debat kedua Pilkada Kota Yogyakarta, Sabtu (16/11/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Calon Wakil Walikota Yogyakarta nomor urut 2, Wawan Harmawan, menekankan pembangunan  Yogyakarta dengan adanya sumbu filosofi, harus memperhatikan aspek budaya. 

"Berbeda dengan kota lain, di Yogyakarta selama ini ada paugeran. Kota (Yogyakarta) dukung pembangunan Sumbu Filosofi untuk kesejahteraan rakyat, baik di zona inti, zona penyangga dan zona pengembangan," kata Wawan Harmawan

Pembangunan ekonomi dan budaya kemasyarakatan, menurutnya, dijalankan dengan komprehensif.

Kotagede, misalnya, ke depan yang bisa dibangkitkan lagi jadi kekuatan ekonomi dahsyat, peraknya dikembangkan lagi. 

"Bangun SDM yang ada dari warga setempat, integrated, pasar yang ada jadi kekuatan baru, gedung kuno bisa dimodernisasi," kata Wawan Harmawan

Sementara menjawab pertanyaan soal revitalisasi kampung wisata, ada tematik UMKM, seni budaya, home stay di-create dimiliki warga sekitar. 

Sepakat dengan pemberdayaan potensi wisata bisa bekerja sama untuk kembangkan ekonomi pariwisata antar kampung wisata.

Baca juga: Paslon Hasto-Wawan Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah Sampah, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Asri

Masing-masing kampung diminta tematik yang kuat di wilayahnya, yang lain jadi pendukungnya. 

"Kita melibatkan masyarakat sekitar, suplay, konsep bela beli tak ada capital flight, jadi kekuatan ciri khas, yang tematik baik makanan maupun kesenian, bisa dikembangkan di 169 kampung secara tematik," kata Wawan Harmawan

Sementara calon wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mencontohkan Kotagede direvitalisasi jadi pusat perak kembali.

Juga batik,   dibangkitkan lagi kampung yang selama ini produksi. 

"Kotagede harus bangkit kerajinan peraknya.  Contoh revitalisasi kampung wisata. Kampung Batik, ke depan satu dua kampung wisata bukan hanya batik tulis, produksi untuk konsumsi seragam sekolah dan PNS, kampung yang support, tentu tidak saling  bersaing ada yang produksi untuk kampung wisata," kata Hasto Wardoyo. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved